rilis-bumn

Pupuk Indonesia Salurkan Pupuk dan Bantuan Kemanusiaan untuk Rehabilitasi Pertanian Pascabanjir di Sumatera

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:30 WIB
Pupuk Indonesia menyalurkan pupuk dan bantuan kemanusiaan untuk mendukung pemulihan pertanian dan masyarakat terdampak banjir di Sumatera. (pupuk-indonesia.com)

Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan mendukung rehabilitasi lahan pertanian terdampak banjir di Sumatera.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan pupuk nonsubsidi serta bantuan kemanusiaan lewat program Kementan Peduli yang dilaksanakan secara simbolis di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia Grup secara konsisten berupaya mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia, termasuk melalui dukungan terhadap program rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana yang diinisiasi Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Jogging di Depok, Semuanya Gratis

"Alhamdulilah Pupuk Indonesia bisa terus berkontribusi dalam program pemulihan pasca bencana di Sumatera.

"Kali ini kami juga ingin membantu program rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera yang terdampak banjir.

"Bantuan ini merupakan kolaborasi seluruh pihak melalui program Kementan Peduli," demikian disampaikan Rahmad, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: BNI Raih Apresiasi Kemendes PDT atas Konsistensi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Dalam program rehabilitasi tersebut, Pupuk Indonesia menyalurkan bantuan pupuk nonsubsidi sebanyak 10 ton.

Bantuan ini akan didistribusikan ke sejumlah wilayah pertanian yang terdampak banjir di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Rahmad berharap dukungan pupuk berkualitas dari Pupuk Indonesia dapat mempercepat proses rehabilitasi lahan pertanian agar berjalan sesuai target.

Baca Juga: Akhiri Pelaksanaan Satgas, Operasional PGN Aman dan Andal Selama Nataru 2025–2026

Dengan demikian, ketahanan pangan di Sumatera tetap terjaga dan para petani dapat kembali memperoleh pendapatan setelah mengalami gagal panen akibat banjir sejak akhir November 2025.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus menjalankan program rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera.

Halaman:

Tags

Terkini