Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memulai program tersebut dari Kabupaten Aceh Utara yang dinilai mengalami kerusakan paling parah.
Baca Juga: 10 Klenteng Terindah di Indonesia, Punya Arsitektur Menarik Khas Tionghoa
Selain rehabilitasi lahan, melalui program Kementan Peduli juga disalurkan bantuan kemanusiaan untuk pemulihan masyarakat pascabencana.
Dalam program ini, Pupuk Indonesia kembali berkontribusi dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Sumatera sebanyak 215 ton dengan total nilai mencapai Rp5,68 miliar.
Bantuan tersebut turut didistribusikan ke Aceh menggunakan 80 truk.
Baca Juga: Gadai Emas Pegadaian Melonjak 58% di 2025, Pembiayaan Tembus Rp114 Triliun
Sebanyak 215 ton bantuan tersebut terdiri atas 120 ton beras, 5 ton gula, 24 unit tandon air, 8 truk air mineral, 8 truk makanan siap saji, 5 truk makanan ringan, 3 truk susu, serta 1 truk berisi kopi, teh, dan telur.
Seluruh bantuan ini merupakan hasil koordinasi dengan para pemangku kepentingan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Rahmad menambahkan, meski bencana di Sumatera telah terjadi lebih dari satu bulan lalu, kondisi masyarakat terdampak hingga kini belum sepenuhnya pulih dan masih membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Oleh karena itu, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan secara bertahap.
"Bantuan Pupuk Indonesia tidak hari ini saja. Berlangsung terus dari awal sampai hari ini.
"Nilainya bukan hal yang penting, saya ingin menegaskan kebersamaan kami dengan masyarakat. Tidak mungkin bencana ini diselesaikan oleh satu pihak," tutup Rahmad.***