Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk dan menekan harga pupuk demi meningkatkan kesejahteraan petani.
Selama ini, ketergantungan terhadap bahan baku impor dinilai memengaruhi struktur biaya pupuk, sehingga kemitraan jangka panjang menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani."
"Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujar Wamentan.
“Hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab, menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini sejalan dengan arahan Presiden Aljazair untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara sahabat.
Fokus utama diarahkan pada sektor pertambangan strategis, khususnya fosfat, yang menjadi pilar penting dalam diversifikasi ekonomi, pengembangan industri pengolahan, serta penciptaan nilai tambah nasional.
Ia juga menekankan bahwa kemitraan ini memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan kerja sama antara Aljazair dan Indonesia.
Selain itu, kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong investasi produktif serta transfer pengalaman dan teknologi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Baca Juga: Transformasi Sunyi dari Sei Pagar, Jejak Modernisasi PalmCo yang Menarik Perhatian Danantara
Selain menggandeng Somiphos, Pupuk Indonesia turut menjajaki peluang kerja sama dengan Sonatrach, BUMN minyak dan gas Aljazair.
Inisiatif ini bertujuan untuk membangun ekosistem industri pupuk terintegrasi di Aljazair yang didukung oleh ketersediaan gas dengan harga kompetitif.