Aplikasi ini memungkinkan masyarakat memantau kondisi kepadatan lalu lintas secara real time, karena terintegrasi dengan berbagai teknologi pemantauan lalu lintas milik Jasa Marga seperti radar, CCTV, dan traffic counting system.
Selain mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga juga melakukan identifikasi terhadap berbagai potensi penyebab gangguan kendaraan maupun kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Tinggalkan Fashion Item Ini di Rumah untuk Menghindari Kelebihan Bagasi Saat Traveling
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan sekaligus mendukung implementasi kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) Angkutan Lebaran 2026.
“Alhamdulillah seluruh kesiapan operasional telah dipersiapkan dengan baik.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk memanfaatkan fasilitas layanan yang disediakan Jasa Marga, khususnya aplikasi Travoy.
Baca Juga: Ramadan Jadi Momen Berbagi, PERURI Bagikan Ratusan Takjil Gratis untuk Warga Sekitar
"Kami juga kembali mengingatkan Call Center Jasa Marga di nomor 133 yang menggantikan nomor sebelumnya 14080 untuk semakin mempermudah pengguna jalan,” jelas Rivan.
Sebagai bagian dari upaya mendukung distribusi lalu lintas, Jasa Marga menyiapkan empat jalur fungsional di sejumlah ruas tol, yaitu:
- Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Sadang–Setu) sepanjang 52 km
- Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 km
- Jalan Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 12,225 km
- Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I (Probolinggo–Situbondo Barat) sepanjang 49,68 km
Baca Juga: Libur Panjang Lebaran 2026: 14 Hari untuk Mudik dan Liburan Keluarga
Untuk mendukung pelayanan selama periode Lebaran, Jasa Marga juga menyiagakan berbagai armada layanan jalan tol, antara lain 124 unit mobile customer service (MCS), 55 ambulans, 37 kendaraan rescue, 199 unit derek, serta 101 kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) yang dilengkapi lima tim urai kepadatan lalu lintas.
Selain itu, disiagakan pula 470 petugas on call di gerbang tol, 736 unit mobile reader, 18.000 rubber cone, empat unit crane, 188 unit Obstacle Avoidance Barrier (OAB), 121 titik layanan top up tunai, 14 tim teknisi peralatan tol, serta 29 titik posko operasional yang tersebar di berbagai ruas jalan tol Jasa Marga Group.
Optimalisasi teknologi juga terus diperkuat melalui JMTC yang terintegrasi dengan berbagai perangkat pemantauan lalu lintas, termasuk lebih dari 3.500 CCTV, 28 speed camera, 334 Dynamic Message Sign (DMS), 194 traffic counting system, 7 perangkat Weight in Motion (WIM), serta 246 titik radar pemantauan lalu lintas.
Baca Juga: BULOG dan Polri Gelar Gerakan Pangan Murah Nasional Jelang Idulfitri 1447 H
Selain itu, teknologi Dynamic Speed Limit (DSL) juga diterapkan pada dua titik guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di jalan tol.