Kabar BUMN - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan potongan tarif tol sebesar 30% untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Program ini akan berlangsung selama empat hari pada beberapa ruas tol yang berada dalam jaringan Jasa Marga Group. Diskon tersebut diterapkan dua hari saat arus mudik dan dua hari saat arus balik.
Kebijakan ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap langkah Pemerintah dalam menjaga kelancaran lalu lintas selama musim mudik Lebaran 2026. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk membantu pemerataan distribusi kendaraan di jalan tol agar tidak terpusat pada satu waktu tertentu.
Diskon tarif diberlakukan pada sejumlah ruas penting yang berada di jalur Trans Jawa. Ruas tersebut meliputi Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan–Kanci, Jalan Tol Batang–Semarang, serta Jalan Tol Semarang Seksi ABC.
Selain itu, potongan tarif juga berlaku di wilayah Trans Sumatra seperti Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) dan Jalan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT), serta di kawasan Bandung–Cisumdawu yang mencakup Jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa potongan tarif ini berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus.
Baca Juga: Cara Cerdas Menghemat Biaya Mudik agar Perjalanan Tetap Nyaman
"Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sejalan dengan penerapan prinsip ESG (Environment, Social, Governance).
Pemberian diskon tarif tol pada periode Lebaran 2026 diharapkan dapat mendorong pengguna jalan untuk melakukan perjalanan lebih awal sehingga distribusi lalu lintas dapat lebih terjaga dan merata,” ujar Rivan.
Berdasarkan proyeksi Jasa Marga, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026. Dengan adanya potongan tarif tol ini, pengguna jalan diharapkan dapat menyesuaikan waktu perjalanan agar tidak terfokus pada periode puncak.
Baca Juga: Berlaku Hingga 30 April 2026, Masyarakat bisa Ikuti Program Gadai Bebas Bunga dari PT Pegadaian
Hasil survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 48% responden bersedia mengubah waktu perjalanan mereka.
Artikel Terkait
Suntik Modal Anak Usaha, Jasa Marga Menerbitkan Obligasi Rp2,06 Triliun
Momentum HUT ke-48, Jasa Marga Perkuat Komitmen Customer Experience Lewat Transformasi Infra as Culture
HUT ke-48 Jasa Marga Bertepatan Ramadan 1447H, Teguhkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati
Sepanjang 2025, Jasa Marga (JSMR) Pertahankan Tren Positif dengan Core Profit Rp3,7 Triliun
Hadapi Arus Mudik 2026, Jasa Marga Perkuat Kesiapan Lewat Apel Siaga Operasional