rilis-bumn

Pengembangan MNK Digenjot PHR, Jadi Game Changer Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 9 April 2026 | 10:00 WIB
Sumur Gulamo DET-1 menjadi sumur MNK pertama di Indonesia yang berhasil membuktikan adanya aliran hidrokarbon ke permukaan.

“Tantangan terbesar MNK justru berada pada aspek above ground, mulai dari biaya investasi yang masih tinggi, dukungan regulasi dan fiskal yang kompetitif, hingga kesiapan infrastruktur dan penguatan kemampuan dan pengalaman. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” jelasnya.

Baca Juga: Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026, MiniesQ Tembus Pasar Ritel Usai Kantongi Label Halal

Untuk mencapai skala ekonomis, PHR menekankan pentingnya sinergi dalam ekosistem pengembangan MNK, yang melibatkan Pemerintah sebagai pembuat regulasi, operator sebagai pengelola asset, serta mitra strategis yang memiliki teknologi, kapabilitas operasi MNK dan atau kapasitas finansial.

PHR juga telah menetapkan peta jalan pengembangan MNK secara bertahap, dimulai dari target pemberian kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) pada kuartal II 2026, dilanjutkan dengan pengeboran sumur appraisal pada kuartal IV 2026.

Produksi awal ditargetkan mulai pada 2028, dengan pengembangan skala besar pada 2030 ke atas dan proyeksi puncak produksi pada 2037.

Baca Juga: Kenapa Bisa Muntah Asam Lambung dari Mulut? Ini Tanda Bahaya untuk Kesehatanmu

“Kami optimistis Indonesia siap beralih dari tahap pilot menuju pengembangan MNK yang terukur dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, MNK akan menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan,” tutup Arifin.

Partisipasi Grup Pertamina dalam OTC Asia 2026 juga diperkuat oleh kehadiran sejumlah pembicara lainnya. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi yang tampil dalam sesi Leadership Dialogue.

Dalam paparannya, Awang menyoroti bahwa energi berbasis hidrokarbon masih menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan energi dunia yang terus meningkat.

Baca Juga: Lagi Marak Scam Telepon? BNI Hadirkan Pengaman Otomatis di Aplikasi Digitalnya

Namun, tekanan global untuk menurunkan emisi karbon juga tidak bisa diabaikan. Sebagai respons atas tantangan tersebut, PHE mengusung strategi pertumbuhan ganda atau dual growth strategy.

Pendekatan ini menggabungkan penguatan bisnis hulu migas dengan pengembangan energi rendah karbon.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi, Mery Luciawaty, turut berbagi pandangan mengenai strategi pengembangan bisnis hulu migas, transformasi menuju energi berkelanjutan, serta peran Pertamina Hulu Energi dalam mendukung transisi energi di tingkat regional.

Baca Juga: 413 Pelajar yang Tergabung di BSI Scholarship Tembus 83 Kampus Impian Jalur SNBP 2026

Tak kalah menarik, Manager Bidding & Business Performance Pertamina Drilling Services Indonesia, Ahmad Burhan Noviaris, memaparkan materi bertajuk “Pertamina Drilling Capabilities Through Integrated Project Management”.

Ia menyoroti penerapan konsep Integrated Project Management (IPM) untuk meningkatkan efisiensi operasi, didukung kapabilitas 57 rig dan lebih dari 110 layanan pengeboran.

Melalui forum ini dan komitmen pada inovasi, PHR menegaskan perannya sebagai motor penggerak transformasi sektor hulu migas nasional, sekaligus mendorong optimalisasi sumber daya energi.***

Halaman:

Tags

Terkini