Kabar BUMN – Lanskap Riau yang dipenuhi perkebunan kelapa sawit dan jalur pipa migas lama menyimpan tanggung jawab besar yang tak selalu terlihat.
Wilayah Kerja Rokan, sebagai salah satu tulang punggung energi nasional, memiliki sejarah panjang produksi minyak dan gas yang telah menopang Indonesia selama puluhan tahun.
Saat Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi mengelola wilayah ini sejak Agustus 2021, tanggung jawab yang diemban bukan hanya soal produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Hutama Karya Bangun Stasiun MRT Glodok–Kota, Integrasi Transportasi Pusat Kota Terus Diperkuat
Dalam praktiknya, peran PHR tidak sebatas menjaga kondisi lingkungan di sekitar area operasi.
Perusahaan ini juga aktif mendukung pemerintah dalam menangani persoalan tanah terkontaminasi minyak bumi (TTM), yang merupakan dampak dari aktivitas migas di masa lalu, melalui pelaksanaan penugasan khusus pemulihan TTM.
TTM sendiri merupakan konsekuensi dari kegiatan industri migas pada periode ketika regulasi lingkungan belum seketat sekarang.
Baca Juga: Bayar Tagihan Listrik Pakai ShopeePay atau SPayLater, Lebih Untung
Pada masa itu, minyak bumi masih digunakan untuk berbagai keperluan seperti pembangunan jalan.
Keberadaan TTM sekaligus mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan lingkungan, yang kemudian mendorong lahirnya aturan dan kebijakan yang lebih ketat.
Sebagai pihak yang ditunjuk untuk melaksanakan penugasan tersebut, PHR tidak mengambil alih tanggung jawab atas terjadinya paparan minyak di masa lampau.
Baca Juga: Cashback Tiket Kereta Api 25% dari BRImo Masih Bisa Diburu, Ini Syaratnya
Namun, keterlibatan ini menjadi bentuk nyata dukungan PHR terhadap program pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak di sekitar wilayah operasinya.
"PHR ditunjuk oleh SKK Migas untuk menjalankan tugas besar ini. Program ini telah berjalan sejak pengelolaan WK Rokan dialihkan, dan terus bergerak dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dengan roadmap yang lebih agresif dibanding sebelumnya," kata Ovulandra Wisnu, Vice President Remediation & Asset Retirement PHR.
Artikel Terkait
Bisnis Hilir Terintegrasi, Pertamina Optimalkan Ketersediaan dan Layanan Energi
Air Bersih dan Sembako Mengalir ke Aceh Tamiang, Pertamina EP Rantau Hadirkan Harapan
Hari Pertama INACRAFT 2026, UMKM Binaan Pertamina Catat Transaksi Rp1,9 Miliar
Pertamina Drilling Sabet Penghargaan HSSE 2025 untuk Kategori Risiko Tinggi
Menang 3-0, Jakarta Pertamina Enduro Jaga Tren Positif