rilis-bumn

PTPN IV PalmCo dan Dinas Perikanan Wujudkan Desa Sentra Pangan di Kampar Lewat Pelatihan Budidaya Lele

Senin, 13 April 2026 | 12:00 WIB
PTPN IV PalmCo latih 50 perempuan di Kampar untuk budidaya dan olah lele guna mendorong ekonomi desa dan ketahanan pangan. (Dok. PTPN IV PalmCo)

Kabar BUMN - PTPN IV PalmCo melalui entitasnya PTPN IV Regional III terus memperkuat peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menjalin kolaborasi bersama Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Riau.

Sinergi ini diwujudkan melalui program pelatihan budidaya dan pengolahan ikan lele yang menyasar 50 perempuan dari Desa Hang Tuah dan Genduang Jaya.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Senin (13/4/2026), menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada penguatan ekonomi berbasis komunitas sekaligus hilirisasi produk pangan lokal.

Baca Juga: Mobilitas Meningkat, Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak Dukung Konektivitas dan Pertumbuhan di Kawasan Lintas Pulau Sumatera

"Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan sektor hilir agar komoditas perikanan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan berdaya saing di pasar," kata dia.

Ia juga menegaskan bahwa langkah ini menjadi cerminan transformasi perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V untuk terus tumbuh bersama masyarakat sekitar.

“Kami percaya bahwa kemajuan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kemajuan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga: PalmCo Mendongkrak Produksi Pandai Besi Kampar Hingga 10 kali lipat

Senada dengan itu, Manager Kebun PKS Sei Pagar PTPN IV Regional III, Triana Anggraini, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pelatihan tidak hanya difokuskan pada budidaya, tetapi juga mencakup pengolahan produk turunan berbasis lele.

Para peserta dibekali keterampilan mengolah lele menjadi berbagai produk seperti nugget, abon, hingga kerupuk, termasuk teknik pengemasan yang menarik agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Pendekatan ini dinilai penting di tengah tantangan pasar yang tidak hanya menuntut kuantitas produksi, tetapi juga kualitas produk dan strategi pemasaran yang adaptif.

Baca Juga: Nikmati Panorama Laut dari Atas Tebing di Pantai Sodong Lalay, Garut

“Yang penting bukan hanya produksi, tetapi bagaimana mengolah dan menjual dengan lebih baik,” kata Triana.

Program ini sejalan dengan arah kebijakan Sub Holding PalmCo yang mendorong pengembangan komunitas sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Halaman:

Tags

Terkini