Kabar BUMN – Menjelang dimulainya operasional penerbangan haji 1447 H/2026 M pada 21 April, Garuda Indonesia memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.
Fokus utama diarahkan pada keselamatan penerbangan, kesiapan armada, serta peningkatan layanan yang ramah bagi jemaah lansia.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah jemaah lanjut usia pada musim haji tahun ini.
Baca Juga: Dorong UMKM Bangkit Usai Lebaran, PT TIMAH Serap Produk Lokal untuk Kebutuhan Operasional
Sebagai maskapai nasional yang telah beroperasi lebih dari tujuh dekade, Garuda Indonesia menyiapkan seluruh aspek operasional secara menyeluruh.
Mulai dari armada, awak pesawat, layanan darat, hingga pengalaman penerbangan dirancang untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh jemaah.
Semua proses tersebut dijalankan secara terintegrasi untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Baca Juga: Buruan Daftar! Lowongan Magang Konten Kreator di ANTARA, Deadline Segera Tiba
Dalam mendukung operasional haji, Garuda Indonesia mengoperasikan 15 pesawat berbadan lebar yang terdiri dari 8 armada milik sendiri dan 7 pesawat sewaan.
Armada tersebut meliputi 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo.
Seluruh pesawat dipastikan dalam kondisi optimal melalui program perawatan berlapis Aircraft Health Program serta telah memenuhi sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi.
Baca Juga: Mata Berat di Jalan? Bisa Jadi Microsleep, Ini Cara Menghindarinya
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyampaikan bahwa kepercayaan untuk kembali melayani jemaah haji merupakan tanggung jawab besar yang terus dijaga.
“Merupakan kehormatan bagi Garuda Indonesia untuk kembali menjadi mitra perjalanan ibadah bagi jemaah haji Indonesia."