rilis-bumn

SIG Manfaatkan INTERCEM Asia 2026 untuk Perluas Kolaborasi Global dan Dorong Inovasi Bahan Bangunan

Selasa, 21 April 2026 | 20:30 WIB
SIG dorong kolaborasi global di INTERCEM Asia 2026 untuk inovasi bahan bangunan berkelanjutan dan penguatan rantai pasok ramah lingkungan. (Dok. SIG)

Di sisi lain, SIG mengembangkan energi terbarukan melalui panel surya dan pemanfaatan panas buang menjadi listrik melalui teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG).

Baca Juga: Magang di Perumnas 2026: Kesempatan Belajar Analisis Data dan Monitoring Kinerja

Sepanjang 2025, SIG mencatat peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77% dibandingkan 7,56% pada 2024.

Selain itu, perusahaan berhasil menurunkan intensitas emisi Gas Rumah Kaca cakupan 1 menjadi 561 kg CO2 per ton cement equivalent, atau turun 21% dari baseline 2010.

Emisi cakupan 2 juga menurun menjadi 57 kg CO2 per ton cement equivalent, atau berkurang 15% dari baseline 2019. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menghadirkan produk bahan bangunan rendah karbon dan ramah lingkungan.

Baca Juga: BRI-Qurban Hadir di BRImo, Nikmati Diskon dan Cashback hingga Rp150 Ribu

Transformasi bisnis SIG dijalankan melalui empat pilar utama yang mencakup inovasi produk berbasis keberlanjutan, penguatan kemitraan dan diversifikasi ekosistem, optimalisasi rantai pasok dan komersial, serta pemanfaatan teknologi digital.

Strategi ini dirancang untuk mengurangi risiko serta memastikan keberlanjutan bisnis di masa depan.

Menurut Andriano Hosny Panangian, kehadiran SIG di INTERCEM Asia membuka peluang lebih luas untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari produsen, pemasok, hingga penyedia teknologi.

Baca Juga: TelkomGroup Raih Tiga Penghargaan di Apresiasi Konektivitas Digital 2026, Perkuat Pemerataan Akses Internet Nasional

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat langkah transformasi perusahaan secara menyeluruh.

Di sisi lain, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menegaskan bahwa industri semen dan mineral nonlogam memiliki peran penting dalam pembangunan nasional.

Pada 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,16%, dengan nilai investasi mencapai Rp25 triliun dan nilai ekspor sebesar USD1,79 miliar. Industri ini juga menyerap lebih dari 900 ribu tenaga kerja.

Baca Juga: Sering Bekerja di Depan Komputer, Benarkah Bisa Memicu Saraf Kejepit?

”Indonesia terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra global dalam mendorong industri semen yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini