Oleh karena itu, INTERCEM Asia 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, tetapi juga platform strategis untuk memperdalam kemitraan serta mendorong percepatan inovasi dan ketahanan industri di masa depan,” ujar Emmy Suryandari.
SIG atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan BUMN klaster infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan kepemilikan saham mayoritas oleh pemerintah sebesar 51%.
Sejak bertransformasi pada 2013, SIG berkembang menjadi penyedia solusi bahan bangunan terkemuka di kawasan regional dengan jangkauan pasar hingga Asia, Australia, dan Oceania.
Dengan pengalaman lebih dari satu abad, SIG sebagai holding industri semen nasional menaungi enam anak usaha, yaitu PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja Tbk, serta Thang Long Cement Company di Vietnam.
Seluruh entitas ini berkomitmen menghadirkan solusi bahan bangunan yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menekan emisi gas rumah kaca. ***
Artikel Terkait
SIG Kantongi Predikat Excellent pada Ajang Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026
Strategi Jitu SIG, Kinerja Tetap Positif di Tengah Tantangan Industri 2025
Tembus Pasar Afrika, SIG Ekspor Perdana 45 Ribu Ton Klinker ke Mauritania
SIG Tancap Gas Lewat Transformasi, Kinerja Bangkit di Tengah Lesunya Industri Semen
Jadi Direktur Operasi Perempuan Pertama di SIG, Rini Wulandari Ajak Wanita Tunjukkan Kinerja dan Profesionalisme