Kabar BUMN - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan layanan penyeberangan, khususnya pada lintasan strategis Long Distance Ferry (LDF) Patimban–Pontianak yang menjadi salah satu urat nadi distribusi logistik antara Pulau Jawa dan Kalimantan.
Keberhasilan pelepasan KMP Ferrindo 5 dari kondisi kandas pada Rabu (22/4/2026) pukul 19.10 WIB menjadi cerminan respons cepat, terukur, dan berorientasi keselamatan dalam memastikan arus barang antarwilayah tetap terjaga.
Insiden kandas terjadi pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, saat kapal berada di alur keluar Pelabuhan Pontianak.
Baca Juga: Pelepasan Jemaah Haji PTPN IV Regional III, Pensiunan hingga Petani Plasma Ikut Berangkat
Kondisi arus pasang yang cukup kuat disertai hembusan angin menyebabkan kapal terdorong keluar jalur pelayaran hingga akhirnya kandas di sisi utara alur dengan karakteristik dasar perairan berlumpur.
Dalam situasi tersebut, langkah penanganan segera dilakukan secara sistematis dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keselamatan sebagai prioritas utama, mengingat pentingnya lintasan ini dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa keberhasilan pelepasan kapal merupakan hasil dari koordinasi intensif dan kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Aksi Nyata Hari Bumi, InJourney dan ITDC Tanam Ribuan Mangrove di Mandalika
“Setiap tahapan penanganan kami jalankan secara terencana dan disiplin terhadap standar operasional, guna memastikan layanan logistik tetap berjalan aman, terkendali, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebelum kembali diberangkatkan, KMP Ferrindo 5 telah melalui rangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek teknis dalam kondisi optimal.
Setelah dinyatakan memenuhi ketentuan keselamatan dan memperoleh Surat Persetujuan Berlayar (SPB), kapal diberangkatkan menuju Patimban pada Kamis (23/4) pukul 10.40 WIB, sehingga kembali memperkuat konektivitas logistik antarwilayah.
Baca Juga: TASPEN Dorong Hunian Terjangkau untuk ASN dan Pensiunan Lewat Inovasi Baru
General Manager ASDP Cabang Pontianak, Adolf Enoch, menjelaskan bahwa selama proses penanganan, perusahaan secara konsisten melakukan evaluasi berkala melalui safety meeting serta penyusunan work plan terpadu sebagai panduan operasional di lapangan.
Seluruh kesiapan teknis, termasuk optimalisasi peralatan dan dukungan tugboat, dipastikan dalam kondisi prima sehingga proses pelepasan kapal dapat berlangsung efektif, terukur, dan sesuai standar keselamatan.