Kabar BUMN - PT TASPEN (Persero) kembali menegaskan posisinya sebagai pengelola asuransi sosial yang progresif dengan meraih dua penghargaan strategis dalam ajang Indonesia 50 Best CEO & COO Awards 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics di Jakarta, Kamis (23/4).
Direktur Utama TASPEN, Rony Hanityo Aprianto, dinobatkan sebagai The Best CEO Category Employee Choice.
Penghargaan ini menjadi istimewa karena didasarkan pada survei ribuan responden yang mengakui efektivitas kepemimpinannya.
Di saat yang sama, Direktur Operasional TASPEN, Tribuna Phitera Djaja, meraih Indonesia Best COO Awards 2026 atas keberhasilannya menjaga stabilitas operasional sekaligus mendorong inovasi layanan perusahaan.
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas transformasi budaya kerja yang tengah berlangsung di perusahaan.
"Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa manajemen TASPEN berhasil membangun sebuah harmonisasi dalam organisasi.
Baca Juga: Gedung-Gedung IKN Makin “Hijau”, Beton WSBP Sepaku Sudah Kantongi Green Label
"Kepemimpinan yang dipercaya oleh karyawan (employee choice) adalah modal utama kami untuk memberikan layanan yang lebih tulus, adaptif, dan berkelanjutan kepada jutaan peserta TASPEN di seluruh Indonesia," ujar Henra.
Berdasarkan survei independen yang dilakukan The Iconomics, kemampuan TASPEN dalam menghadapi dinamika bisnis dinilai kuat berkat kepemimpinan yang adaptif.
Penilaian tersebut mencakup tingkat pengenalan dan pengaruh kepemimpinan, kapabilitas menjalankan fungsi manajerial, karakter personal, hingga ketangguhan dalam menghadapi situasi krisis.
Baca Juga: Teknologi Walking Rig Dorong Efisiensi Pengeboran Sumur BNG-079 di Sumatera Selatan
Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyederhanakan birokrasi klaim serta memperluas jangkauan layanan melalui pengembangan ekosistem digital.
Transformasi yang dijalankan TASPEN juga sejalan dengan arah Asta Cita Presiden, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, digitalisasi birokrasi, serta kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.