rilis-bumn

SIG Raih 5 Sertifikat Platinum, Perkuat Posisi di Industri Semen Ramah Lingkungan

Rabu, 29 April 2026 | 08:00 WIB
SIG raih 5 sertifikat Green Label Platinum, perkuat posisi sebagai produsen semen ramah lingkungan dengan inovasi rendah emisi berkelanjutan. (Dok. SIG)

Kabar BUMN – Upaya transformasi hijau yang dijalankan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) semakin menunjukkan hasil konkret.

Perusahaan ini berhasil mengamankan lima sertifikat Green Label Indonesia dengan predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI).

Pencapaian tersebut sekaligus menegaskan posisi SIG sebagai pemimpin dalam pengembangan bahan bangunan rendah emisi di Indonesia.

Baca Juga: 3 Restoran Vietnam dengan Menu Pho Lezat di Jakarta, Sajiannya Panas, Gurih, Menyegarkan

Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada lima fasilitas produksi milik SIG yang dinilai memenuhi standar tinggi keberlanjutan.

Pabrik-pabrik tersebut meliputi SIG Pabrik Tuban, PT Semen Tonasa di Pangkep, serta tiga pabrik milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang berlokasi di Narogong, Cilacap, dan Lhoknga. Sertifikasi ini menjadi indikator bahwa operasional dan produk yang dihasilkan telah memenuhi prinsip ramah lingkungan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

Baca Juga: Sambut Hari Bumi, Sarinah Gelar Gerakan Tanam dan Bagi Bibit

Ia menilai penghargaan ini menjadi dorongan positif bagi perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi semen hijau. Selain itu, pencapaian ini juga memperkuat langkah SIG dalam menghadirkan produk turunan yang lebih rendah emisi.

”Sertifikat Green Label Indonesia menjadi bukti nyata bahwa produk bahan bangunan yang diproduksi oleh SIG tidak hanya terjamin mutu dan kualitasnya, tetapi juga membantu pelanggan untuk mendapatkan produk yang lebih rendah emisi dan membangun dengan lebih bertanggung jawab,” kata Vita Mahreyni.

SIG terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnisnya sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Bio Farma Perkuat Kolaborasi dengan BPOM demi Standar Global Vaksin Indonesia

Pendekatan ini diwujudkan melalui berbagai langkah, seperti praktik pertambangan yang baik serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi energi.

Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif dengan konsep ekonomi sirkular.

Halaman:

Tags

Terkini