Kabar BUMN — Kegiatan SELARAS MIGAS menjadi forum kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat tata kelola pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di sektor hulu migas.
Acara ini digelar oleh Pertamina EP Field Jambi dan PHE Jambi Merang di Jambi, Rabu (6/5/2026).
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pengelolaan aset negara yang tertib, aman, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Hampir Rampung, Hunian Senen Capai 99,04 Persen dan Siap Dihuni Warga
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat komitmen terhadap keselamatan operasi migas, perlindungan masyarakat, serta kelestarian lingkungan.
Sejumlah instansi turut hadir sebagai narasumber, mulai dari pemerintah daerah, DJKN Wilayah Sumatera Bagian Selatan, KPKNL Jambi, TNI, Kejaksaan Tinggi Jambi, hingga SKK Migas Sumbagsel.
Sebagai industri strategis nasional, sektor hulu migas memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi dan mendukung penerimaan negara.
Baca Juga: Whoosh Makin Nyaman Saat Long Weekend, KCIC Siapkan Ratusan Tenant dan Parkir Inap
Dalam operasionalnya, kegiatan hulu migas memanfaatkan BMN yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk PT Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi.
Meningkatnya kebutuhan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik turut menghadirkan tantangan baru.
Karena itu, pemanfaatan BMN harus tetap sesuai regulasi, mengedepankan prinsip good governance, serta tidak mengganggu operasional hulu migas.
Melalui kegiatan SELARAS MIGAS ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam pemanfaatan BMN di lingkungan Pertamina.
Forum ini tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan setiap pemanfaatan aset negara dilakukan secara tertib, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengganggu keberlanjutan operasi hulu migas.