rilis-bumn

Bio CBG dari Limbah Sawit Jadi Fokus Kajian BRIN di Riau

Senin, 18 Mei 2026 | 10:30 WIB
BRIN bersama PalmCo mengkaji pengembangan bio CBG berbasis limbah sawit di Riau.

Pengembangan CBG merupakan bagian dari transformasi PalmCo menuju perusahaan agribisnis modern berbasis energi hijau. Limbah sawit yang sebelumnya dipandang sebagai residu kini kami dorong menjadi sumber energi bernilai tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk industri maupun transportasi,” ujarnya.

Baca Juga: Irigasi LMS-02 Hutama Karya Perkuat Pasokan Air Pertanian di Indramayu

Dalam tahap pertama pada 2026, PalmCo menargetkan groundbreaking 10 proyek CBG, dilanjutkan pengembangan tahap berikutnya pada 2027 dan 2029.

Secara keseluruhan, proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan biomethane berkadar tinggi yang dapat menjadi substitusi gas alam atau compressed natural gas (CNG).

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) Hens Putra menilai sektor perkebunan sawit memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan limbah menjadi energi bersih.

Baca Juga: Mau Kerja di Dunia Perbankan? BTN Sedang Buka Rekrutmen Teller

Energi menjadi salah satu prioritas utama nasional. Melalui kajian ini, kami ingin menghitung sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah sawit agar dapat menghasilkan energi yang lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengembangan CBG berbasis sawit juga sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon karena mampu menekan emisi metana sekaligus menghasilkan produk turunan lain yang bernilai tambah.

Menurut Hens, hasil kajian tersebut berpotensi menjadi model pengembangan energi berbasis sawit yang dapat direplikasi secara nasional.

Baca Juga: 5 Ide Olahan Daging Kurban Tanpa Santan, Lezat dan Tidak Bikin Eneg

“Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong PTPN menjadi percontohan pengembangan kawasan berbasis inovasi dan techno park sawit di Indonesia,” katanya.

Sepanjang 2025, PTBg cofiring Sei Pagar tercatat menghasilkan 440.476 Nm3 biogas dengan rata-rata produksi mencapai 36.706 Nm3 per bulan.

Sementara sepanjang 2026, produksi methane yang dimanfaatkan mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 46.683 Nm3 per bulan.***

Halaman:

Tags

Terkini