rilis-bumn

Pertamina Drilling Rangkul Gen Z Berinovasi Sulap Limbah Makanan Rig Jadi Cairan Anti Karat

Senin, 18 Mei 2026 | 16:30 WIB
Pertamina Drilling ajak Gen Z Desa Kaplongan olah limbah makanan jadi cairan anti korosi yang ramah lingkungan. (Dok. Pertamina Drilling)

Kabar BUMN - Di tengah tantangan pengelolaan limbah dan tuntutan efisiensi di industri migas, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menghadirkan inovasi berbasis lingkungan dengan melibatkan generasi muda desa dalam pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai guna tinggi.

Inisiatif tersebut lahir dari Forum Drilling Innovation Award 2025.

Pertamina Drilling menggandeng 11 orang Generasi Z dari Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, untuk terlibat dalam inovasi pembuatan cairan pelapis logam anti korosi berbahan ramah lingkungan.

Baca Juga: PTPN IV Perkuat Akses Kesehatan Kaum Dhuafa, Salurkan Rp50 Juta untuk Rumah Singgah

Bahan baku yang digunakan terbilang unik.

Limbah makanan sisa konsumsi kru rig pengeboran seperti ayam, daging, dan ikan yang sebelumnya hanya menjadi sampah organik kini diolah melalui proses kimia menjadi cairan coating anti korosi bernama SCFe-26.

Proses pengolahan dilakukan melalui tahapan ekstraksi protein menggunakan larutan ethanol 90 persen, NaOH, dan HCl hingga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan perawatan peralatan pemboran migas.

Baca Juga: Hal yang Identik dengan Idul Adha 2026, dari Takbir hingga Olahan Daging

Inovasi tersebut tidak hanya berhenti di laboratorium. Bertempat di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Mundu, Jawa Barat, Pertamina Drilling menyulap salah satu portacamp menjadi mini laboratorium yang digunakan sebagai sarana pelatihan dan edukasi.

Di lokasi tersebut, para peserta mendapatkan pengalaman praktik langsung dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat bagi kebutuhan maintenance peralatan pemboran migas.

“Sosialisasi dan pelatihan ini menjadi sarana edukasi alternatif dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat, khususnya untuk industri migas,” ujar Assistant Manager Environment Pertamina Drilling, Maretha Dwi Villany.

Baca Juga: 3 Taman Bacaan di Yogyakarta yang Dimiliki Perorangan, Tempat Nyaman dan Koleksinya Ribuan

Pelatihan tahap awal dilaksanakan pada 16-17 Mei 2026 dengan melibatkan perangkat Desa Kaplongan.

Program tersebut menyasar generasi muda yang tinggal di sekitar wilayah operasi Pertamina Drilling dan fasilitas pelatihan IDTC Mundu.

Halaman:

Tags

Terkini