Kabar BUMN – Perum BULOG kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung tercapainya swasembada pangan berkelanjutan melalui pendekatan edukatif bersama generasi muda.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggandeng perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” di Kompleks Pergudangan Utama BULOG Kota Cimahi, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana pemerintah melalui BULOG mengelola Cadangan Pangan Pemerintah sebagai salah satu komponen utama ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: PHE Gandeng Puluhan Mitra Potensial, Teken 62 Perjanjian Kerahasiaan untuk Lelang KSOT Migas 2026
Dalam kunjungan itu, peserta diajak melihat sistem pergudangan sekaligus memahami proses pengelolaan stok, pengawasan kualitas beras, hingga pentingnya infrastruktur pangan dalam menjaga pasokan kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han menjelaskan bahwa upaya menjaga swasembada pangan berkelanjutan memerlukan kolaborasi dari berbagai sektor, termasuk lingkungan akademik sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta riset.
Menurutnya, capaian swasembada pangan yang terus diperkuat sejak 2024, berlanjut pada 2025, dan semakin dipantapkan pada 2026 mencerminkan keseriusan pemerintah membangun ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: 10 Ide Ucapan Hari Waisak yang Penuh Makna untuk Teman dan Saudara
Karena itu, mahasiswa dan institusi pendidikan dinilai memiliki kontribusi penting dalam memahami, mengawal, serta mendukung agenda pangan nasional melalui pemanfaatan ilmu dan inovasi.
"Penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat."
"Di titik inilah BULOG menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Baca Juga: Jasa Raharja Perkuat Budaya Keselamatan dengan Libatkan Komunitas Pengemudi
Sejumlah capaian sektor pangan nasional juga turut dipaparkan dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan data FAO, Indonesia saat ini menempati posisi kedua dunia dalam peningkatan produksi padi, berada di antara Brasil dan Myanmar.
Pencapaian itu menjadi indikator positif atas meningkatnya kekuatan produksi pangan dalam negeri sekaligus menjadi pondasi penting untuk menjaga kesinambungan swasembada pangan nasional.