“Pengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan."
Baca Juga: Liburan ke Candi Hemat dengan BTN, Ada Cashback Masuk Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko
"Melalui kolaborasi bersama pemerintah, tokoh agama, dan komunitas lokal kami ingin memastikan Borobudur tetap lestari sekaligus relevan sebagai spiritual and pilgrimage destination kelas dunia yangg memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas,” tutur Maya Watono.
Proses pemindahan arca juga disertai dengan ritual adat serta doa bersama. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, dan keharmonisan masyarakat yang telah lama tumbuh di sekitar kawasan Borobudur.
Momen relokasi arca tersebut juga menjadi lambang keterhubungan antara upaya pelestarian warisan budaya dengan praktik kehidupan spiritual masyarakat yang telah berlangsung selama ratusan tahun di kawasan tersebut.
Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menyampaikan bahwa keputusan pemindahan Arca Unfinished Buddha ke Kawasan Lapangan Kenari telah mempertimbangkan sejumlah faktor penting, mulai dari aspek spiritual, tata ruang, hingga pengalaman pengunjung.
“Penempatan arca di area penyangga ritual diharapkan dapat mendukung terciptanya sirkulasi kegiatan spiritual yang lebih tertata, menghadirkan ruang ibadah yang lebih representatif bagi umat, sekaligus menjaga kualitas pengalaman pengunjung,” jelas Febrina Intan.
Sebagai bagian dari transformasi Borobudur menjadi destinasi spiritual dan pilgrimage kelas dunia, InJourney melalui InJourney Destination Management terus memperkuat pengembangan ekosistem pariwisata yang berfokus pada pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat sekitar, dan keberlanjutan lingkungan di kawasan strategis nasional Borobudur. ***