PELNI Gandeng Swasta Luncurkan Tol Laut Hub and Spoke untuk Trayek Nusa Tenggara Timur

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 15 Oktober 2023 | 18:45 WIB
PT PELNI (Persero) luncurkan operasi kapal tol laut dengan pola hub and Spoke untuk trayek Nusa Tenggara Timur dengan menggandeng pihak swasta. (pelni.co.id)
PT PELNI (Persero) luncurkan operasi kapal tol laut dengan pola hub and Spoke untuk trayek Nusa Tenggara Timur dengan menggandeng pihak swasta. (pelni.co.id)

Kabar BUMN - PT PELNI (Persero) menggandeng pihak swasta untuk meluncurkan operasi kapal tol laut dengan pola Hub and Spoke untuk trayek Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dengan pola Hub and Spoke, masyarakat kepulauan di NTT dapat mengirim barang lebih banyak dan lebih cepat, dilansir KabarBUMN.com dari pelni.co.id.

Peluncuran Hub and Spoke trayek NTT dilakukan di Dermaga Berlian, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Rabu (11/10) lalu.

Baca Juga: Infrastruktur Lebih Baik, Dorna Siap Race di Pertamina Mandalika International Circuit

Adapun peluncurannya dilakukan oleh Direktur Usaha Barang dan Tol Laut PELNI Yossianis Marciano bersama Direktur Utama Meratus Slamet Raharjo selaku pihak swasta yang mendukung pola hub and spoke to laut untuk trayek NTT ini.

Selain pihak PELNI, peluncuran ini juga dihadiri Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Republik Indonesia Andre Mulpyana dan Vice President Komersial dan Hubungan Pelanggan PT Pelindo Terminal Peti Kemas Daru Wicaksono Juli Anto.

Yossianis mengatakan, melalui peluncuran Hub and Spoke untuk trayek NTT ini, masyarakat akan diuntungkan karena frekuensi kapal tol laut PELNI akan dua kali lebih cepat dibanding pola operasi sebelumnya.

Baca Juga: Jamin Ketersediaan Energi, SPBU Modular Dioperasikan di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2023

"Untuk masyarakat kepulauan, pola hub and spoke ini membuat kapal Tol Laut yang mengangkut barang kebutuhan pokok dan penting sebulan sekali, kini menjadi sebulan dua kali. Semoga dengan pasokan barang yang lebih cepat, disparitas harga dapat ditekan sesuai harapan Pemerintah," tuturnya.

Untuk pelabuhan utama atau hub seperti Surabaya dan Kupang, muatan tol laut akan diangkut menggunakan kapal swasta. Untuk trayek NTT ini, kapal Meratus digandeng oleh PELNI untuk membawa maksimal 55 TEUS per keberangkatan dari Surabaya menuju Kupang.

Di Pelabuhan Kupang, kapal tol laut PELNI yang sudah menunggu akan menerima muatan dari kapal Meratus untuk kemudian berkeliling menuju pelabuhan-pelabuhan yang lebih kecil di wilayah NTT.

Baca Juga: Dukung Perhelatan MotoGP 2023, Hutama Karya Rampungkan Proyek Paket 2 Mandalika Urban & Tourism Project

"Untuk hub and spoke di NTT ini akan mendukung dua trayek tol laut PELNI yang sudah berjalan sebelumnya, yaitu trayek T-13 dan T-14," tambah Yossianis.

Untuk trayek T-13 yang sebelumnya berangkat dari Surabaya, kini cukup menunggu kapal Meratus di Kupang untuk selanjutnya berlayar menuju Rote - Sabu - Kupang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: pelni.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini