Operasional Prototipe Kapal Dual Fuel Milik Pertamina Hulu Mahakam Diresmikan Menteri ESDM

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:00 WIB
Peresmian operasional Prototype Diesel Dual Fuel (DDF) Crewboat milik PHM di Pelabuhan Somber Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (12/8/2024). (Dok. PHM)
Peresmian operasional Prototype Diesel Dual Fuel (DDF) Crewboat milik PHM di Pelabuhan Somber Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (12/8/2024). (Dok. PHM)

“Kalau memang mempunyai nilai keekonomian dan investasi yang baik, mereka bisa melakukan investasi lagi untuk melakukan modifikasi," jelas Arifin.

Baca Juga: Pertamina Hulu Indonesia dan Pertamina Hulu Mahakam Sukses Pertahankan Sertifikasi Anti Penyuapan

Selain itu, Arifin mengatakan penggunaan kapal DDF akan memaksimalkan produksi gas dalam negeri dan tidak bergantung terhadap minyak bumi yang harganya semakin tinggi.

"Karena kita lihat sekarang, dengan konstelasi geopolitik yang ada, harga minyak mentah itu bisa dikontrol dan tidak akan mungkin turun di bawah USD 70 per barel lagi.

“Jadi kalau harganya turun 5, produksinya diturunkan 9 lagi. Kita amati sekarang ya. Seperti yoyo, kita harus challenge ini dimanfaatkan sumber energi apa yang ada di dalam negeri," pungkasnya.

Baca Juga: Desa Energi Berdikari Wasteco, Pertamina Hulu Mahakam Konsisten Sulap Sampah Jadi Bahan Bakar

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengapresiasi atas upaya yang dilakukan PHM dengan kapal DDF.

Hal itu merupakan salah satu wujud nyata Indonesia menjalankan rekomendasi IMO untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim dengan mengurangi emisi dari transportasi laut.

"Dengan melakukan berbagai upaya, di antaranya green shipping, ini sejalan dengan apa yang diinisiasi oleh IMO dan kita harus dukung serta kita harus melakukan mitigasi kewajiban penggunaan bahan bakar rendah sulfur," imbuhnya.

Baca Juga: Lampaui Target Produksi Migas, Pertamina Hulu Mahakam Sukses Lakukan Pengeboran di Lapangan Bekapai

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan PHM dalam melakukan konversi bahan bakar diesel dual fuel crewboat yang menggabungkan penggunaan bahan bakar gas (LNG) di era transisi energi yang tengah berlangsung.

Langkah ini sejalan dengan renstra Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0 yaitu menjaga keberlanjutan lingkungan dan salah satu implementasi program Low Carbon Initiative (LCI).

“Selain memberikan dampak positif dalam menjaga lingkungan, penggunaan LNG akan memberikan efisiensi biaya bagi PHM dan jika diikuti oleh KKKS lain, maka akan meningkatkan efisiensi operasional industri hulu migas serta menjadi salah satu terobosan mendorong penggunaan gas menggantikan minyak di dalam negeri,” imbuh Dwi.

Baca Juga: Pertamina Hulu Mahakam Mendapatkan Penemuan Baru Gas dan Kondesat di Sumur Eksplorasi Adiwarna-1x

Sementara itu General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menyampaikan teknologi kapal DDF tersebut merupakan bagian dari efisiensi transportasi yang dilakukan oleh PHM.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini