“Pengelolaan air terpadu di lahan tadah hujan juga penting terhadap keberhasilan panen. Ini yang kami dapatkan melalui pendampingan, selain kemudahan aplikasi pupuk untuk pertumbuhan tanaman, utamanya pada fase vegetatif,” jelas Wagiyanto.
Tak hanya Wagiyanto, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Berau, Junaidi, juga menyambut baik program Agrosolution.
Menurutnya, pendekatan ini membantu petani memahami tata kelola lahan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Baca Juga: HUT ke-62, Injourney Hospitality Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
"Kami menyambut optimis program ini membantu petani dalam memaksimalkan produktivitas pertanian, mengingat pendampingan yang dilakukan efektif meningkatkan daya dukung lahan untuk hasil yang maksimal," ujar Junaidi.
Keberhasilan program Agrosolution ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan para petani di Berau.
Dengan hasil yang optimal, Wagiyanto pun merekomendasikan penggunaan pupuk non-subsidi dari Pupuk Kaltim kepada petani lainnya.
Baca Juga: Rekomendasi Pantai-pantai Terbaik di Yogyakarta untuk Camping
"Jelas sangat kami rekomendasikan, karena hasilnya sudah kita buktikan dan lihat bersama," tandasnya.***
Artikel Terkait
Selamat! Pupuk Kaltim Gasak 3 Penghargaan Naker Award 2024
Peningkatan Produktivitas Padi di Jombang dengan Demplot Pupuk Kaltim
Pupuk Kaltim Innovation Summit 2024: Perkuat Budaya Inovasi Menuju Perusahaan Tangguh dan Berkelanjutan
Pupuk Kaltim Cup 2024: 15 Kelurahan Bontang Berkompetisi dalam Turnamen Sepak Bola Bergengsi
Pupuk Kaltim Dorong Transisi Energi dengan Pelatihan Motor Listrik untuk Pelajar SMK