Petani Sambut Gembira Penurunan Harga Pupuk Subsidi 20 Persen, Pupuk Indonesia Pastikan Distribusi Lancar

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 9 November 2025 | 08:00 WIB
Pupuk Indonesia beserta seluruh anak perusahaannya terus mempercepat penyaluran pupuk subsidi menjelang musim tanam akhir tahun 2025. (pupuk-indonesia.com)
Pupuk Indonesia beserta seluruh anak perusahaannya terus mempercepat penyaluran pupuk subsidi menjelang musim tanam akhir tahun 2025. (pupuk-indonesia.com)
  • Pupuk Urea: dari Rp2.250/kg menjadi Rp1.800/kg, atau dari Rp112.500 per sak (50 kg) menjadi Rp90.000.
  • Pupuk NPK: dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.840/kg, atau dari Rp115.000 per sak (50 kg) menjadi Rp92.000.
  • Pupuk NPK khusus tanaman kakao: dari Rp3.300/kg menjadi Rp2.640/kg, atau dari Rp165.000 per sak (50 kg) menjadi Rp132.000.
  • Pupuk ZA (yang baru masuk skema subsidi): dari Rp1.700/kg menjadi Rp1.360/kg, atau dari Rp85.000 per sak (50 kg) menjadi Rp68.000.
  • Pupuk organik: dari Rp800/kg menjadi Rp640/kg, atau dari Rp32.000 per sak (40 kg) menjadi Rp25.600.

Baca Juga: Dirut Pertamina Drilling Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Transisi Energi

Zulkifli menegaskan bahwa penurunan harga ini merupakan bentuk nyata keberpihakan Pemerintah terhadap kesejahteraan petani sekaligus langkah konkret menuju swasembada pangan nasional.

“Harga gabah naik menjadi Rp6.500 per kilogram. Sehingga pendapatan petani naik.

"Produksi gabah naik, karena pupuknya cukup irigasinya bagus. Terima kasih sama Bapak Presiden, Bapak Prabowo.

Baca Juga: Barang-barang yang Wajib Ada di dalam Tas Saat Liburan di Musim Hujan

"Karena perintah Bapak Prabowo turunkan harga pupuk,” jelasnya.

Pastikan Stok Aman untuk Musim Tanam

Dalam kunjungan ke Jombang, Menko Pangan juga meninjau gudang pupuk di Jatipelem guna memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi cukup untuk menghadapi musim tanam.

Baca Juga: Perjalanan Anti Ribet! DAMRI Kini Layani Rute Pontianak–Palangka Raya Setiap Hari

Ia menyebut Pemerintah telah meningkatkan alokasi pupuk bersubsidi dari 4 juta ton menjadi 9,55 juta ton pada tahun 2025, sehingga petani tidak perlu khawatir selama memenuhi persyaratan sebagai penerima subsidi.

“Pupuknya banyak, ada di gudang-gudang, tapi tidak pernah habis. Persediaan jauh lebih banyak, kita menyediakan 9,55 juta ton, yang diambil petani baru 6,3 juta.

"Sehingga masih ada 3 juta lebih. Di Jawa Timur ada alokasi 2 juta ton, tapi baru terserap 1,5 juta ton. Masih ada 500 ribu ton. Kalau ada yang kurang tolong lapor,” ungkap Zulkifli Hasan.

Baca Juga: Program Borobudur Sunset Dorong Wisata Berkelanjutan dan Ekonomi Desa Sekitar

Pupuk Indonesia Pastikan Distribusi Aman dari Sabang sampai Merauke

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, memberikan apresiasi kepada Menko Pangan yang telah meninjau langsung implementasi kebijakan penurunan HET pupuk subsidi dan memastikan ketersediaan stok di lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: pupuk-indonesia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini