Selain menjaga performa operasional, Pupuk Kaltim juga tengah menjalankan proyek strategis berupa peremajaan Pabrik Amonia PKT-2.
Baca Juga: Ingin Berkarier di Kapal? Ini Lowongan Dokter Kapal Penumpang PELNI 2026
Program revamping ini bertujuan meningkatkan efisiensi energi, menurunkan konsumsi gas, serta mengurangi emisi karbon sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap industri pupuk yang lebih ramah lingkungan.
Proyek peremajaan tersebut ditargetkan rampung pada semester pertama 2026 dan diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO2 per tahun.
Di sisi lain, Pupuk Kaltim juga terus memperkuat penerapan Operational Excellence serta optimalisasi inovasi teknologi melalui Smart Production guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas produk di seluruh lini bisnis.
Baca Juga: Wahoo Waterworld Bandung: Harga Tiket, Wahana, dan Promo Terbaru 2026
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pupuk Kaltim optimistis dapat mempertahankan kinerja operasional yang andal sekaligus berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional pada 2026.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dan upaya swasembada pangan nasional.
“Ke depan, Pupuk Kaltim akan untuk terus mengeksplorasi berbagai inovasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi operasional, dan kompetensi insan perusahaan, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung sektor pertanian dan swasembada pangan nasional,” tutup Purwanto. ***
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Niaga dan BKP Teken MoU Kerja Sama Pengadaan Amonia
Pupuk Indonesia Dukung Penurunan Harga Pupuk Subsidi, Gerak Cepat Penuhi Kebutuhan Musim Tanam Akhir Tahun 2025
Petani Sambut Gembira Penurunan Harga Pupuk Subsidi 20 Persen, Pupuk Indonesia Pastikan Distribusi Lancar
PEDALGAS SUPER Resmi Mengaspal: Langkah Baru Pupuk Kaltim Tekan Stunting di Bontang Kuala
Pupuk Indonesia Jalankan Penyaluran Pupuk Subsidi 2026, Alokasi Capai 9,8 Juta Ton