Sementara kalium (K) didatangkan dari Kanada dan Laos yang berada di luar kawasan konflik.
Baca Juga: GoZero% Innovation Festival Jadi Ajang Inovasi Telkom untuk Solusi Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
Untuk bahan baku sulfur (S) yang sebagian berasal dari negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, Pupuk Indonesia juga menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain, termasuk Kanada.
Perusahaan juga menjaga cadangan bahan baku strategis seperti fosfat, kalium, dan sulfur pada level yang cukup guna mendukung proses produksi dalam jangka waktu tertentu.
Dengan kombinasi kapasitas produksi yang besar, diversifikasi pasokan bahan baku, serta pengelolaan stok yang terencana, Pupuk Indonesia optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan pupuk bagi petani di dalam negeri.***
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Salurkan Pupuk dan Bantuan Kemanusiaan untuk Rehabilitasi Pertanian Pascabanjir di Sumatera
Dukungan Berkelanjutan Pupuk Indonesia untuk Pemulihan Banjir Aceh Utara
Pupuk Indonesia Hadir untuk Petani, Dukung Rehabilitasi Lahan Pascabanjir Sumatera
Pupuk Indonesia Perkuat Kemitraan Internasional dengan Aljazair demi Ketahanan Pangan Nasional
Duet BUMN Pangan, Pupuk Indonesia Niaga dan Sang Hyang Seri Sinergi Distribusi Benih Padi