BNI Dorong Pemberdayaan Perempuan di NTT Lewat Program Anyaman Lontar

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 21 April 2026 | 20:00 WIB
Program BNI di Pulau Solor telah memberdayakan ratusan perempuan penganyam dan meningkatkan kualitas serta kesejahteraan. (Dok. BNI)
Program BNI di Pulau Solor telah memberdayakan ratusan perempuan penganyam dan meningkatkan kualitas serta kesejahteraan. (Dok. BNI)

Tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, BNI juga membangun infrastruktur pendukung.

Baca Juga: Boko Sunset, Paket Senja Simpel tapi Berkesan di Ratu Boko

Salah satunya adalah pembangunan Rumah Anyam di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan, yang difungsikan sebagai pusat pelatihan dan produksi.

Selain itu, perusahaan turut menyediakan akses air bersih melalui pembangunan pipanisasi dengan 30 titik kran yang dimanfaatkan oleh 263 kepala keluarga.

Dari sisi sosial, BNI juga berkontribusi dalam penanganan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Baca Juga: Pertamina SMEXPO Kartini Jadi Ajang UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Program ini diberikan kepada 98 balita selama 14 hari dan berhasil menurunkan angka masalah gizi buruk sebesar 10,20%.

Untuk memastikan keberlanjutan program, BNI turut memfasilitasi pembentukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Ina Senaren.

"Melalui koperasi ini, para perempuan tidak hanya berperan sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu mengelola bisnis, memperluas akses pasar, serta memanfaatkan layanan keuangan formal," tambah Okki.

Baca Juga: PLN Perkuat Green Mining, Pasok Listrik untuk Operasional Tambang

Program ini mencerminkan pendekatan menyeluruh BNI dalam pemberdayaan masyarakat dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan budaya.

Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi lokal, khususnya di wilayah tertinggal.

Melalui inisiatif ini, BNI menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menciptakan kemandirian serta ketahanan sosial bagi komunitas.

Para perempuan penganyam di Nusa Tenggara Timur kini tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berkembang menjadi pelaku ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungannya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: bni.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini