“Program Waste Management Terintegrasi ini kami siapkan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Krisna.
Baca Juga: PLN Resmikan SPKLU ke-5.000, Pengisian Daya Kendaraan Listrik Kini Semakin Praktis
Program tersebut juga akan didukung melalui pemanfaatan teknologi digital untuk monitoring tonase sampah, proses pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan secara lebih akurat dan transparan.
Implementasi program dilakukan melalui kolaborasi antara KAI Group, KAI Services, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup, mitra pengelola lingkungan seperti Enviro, Kepul.id, PT Anak Bangsa Juara, serta partisipasi masyarakat dan pelanggan kereta api.
KAI Group menargetkan roadmap pengembangan program berlangsung bertahap sepanjang 2026–2029 melalui penerapan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di stasiun-stasiun besar dan wilayah operasional strategis lainnya.***
Artikel Terkait
KAI Logistik Gandeng Bogantara, Perluas Distribusi Pangan dan Ternak Nasional
Hingga April 2026, KAI Mengangkut 16.631.048 Ton Batu Bara untuk Distribusi Energi di Jawa dan Bali
Layanan Kereta Api Bandara KAI Group Kian Tumbuh, di Sepanjang Januari-April 2026 Jumlah Pelanggan Meningkat Pesat
Tak Mau Ambil Risiko, KAI Daop 9 Jember Tutup 6 Perlintasan Liar di Awal 2026
KAI Daop 6 Tutup 41 Perlintasan Liar, Keselamatan Jalur Kereta Diperketat
KAI Soroti Pentingnya Elektrifikasi Perkeretaapian sebagai Penggerak Utama Mobilitas Urban Modern