"Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif ketika dilakukan secara kolaboratif, termasuk melibatkan karyawan sebagai agen perubahan yang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman secara langsung.”
Baca Juga: PHI Lampaui Target RKAP 2025, Produksi Migas Jadi yang Pertama dalam Lima Tahun Terakhir
Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, Baktiku Negeriku 2026 memperkuat implementasi Employee Volunteering Program (EVP).
Dalam program ini, karyawan Telkomsel tidak hanya berperan sebagai relawan, tetapi juga menjadi mentor, fasilitator, serta penghubung akses pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat.
Melalui peran tersebut, para karyawan turut mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan, mulai dari edukasi literasi digital, pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga pemanfaatan teknologi di sektor pertanian dan pariwisata.
Baca Juga: Turun Ratusan Anak Tangga, Hadiahnya Pantai Cantik yang Masih Sepi di Bali
Selain itu, Telkomsel juga mendorong pemberdayaan generasi muda desa sebagai local champion yang dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak perubahan di daerah masing-masing.
Mereka dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan hingga pengelolaan program berbasis potensi lokal, sehingga dampak yang dihasilkan dapat lebih relevan dan berkelanjutan.
Program Baktiku Negeriku 2026 mencakup sejumlah kegiatan utama, antara lain implementasi Integrated Farming Demonstration Plot, pengembangan Creative Tourism berbasis ekonomi sirkular, pembangunan Telkomsel Creative Digital Center sebagai pusat literasi digital, serta berbagai kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat selama program berlangsung.
Baca Juga: Dari Gelap Menuju Terang, 149 Keluarga di Noemuke Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Telkomsel menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat desa, mulai dari peningkatan keterampilan digital, terbukanya peluang pengembangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi untuk menunjang produktivitas sehari-hari.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi lebih mandiri dan siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang.
Di saat yang sama, program ini juga memperkuat ekosistem kolaboratif antara masyarakat, pemerintah desa, dan Telkomsel sebagai penggerak sekaligus enabler pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: BNI dan PBSI Dorong Regenerasi Atlet, Indonesia Open 2026 Jadi Panggung Talenta Muda
Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan akses teknologi, tetapi juga melalui dukungan yang lebih menyeluruh, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana pendukung, hingga pendampingan berkelanjutan agar manfaat yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan lokal dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Belajar Tanpa Batas, Telkomsel Hadirkan Ekosistem Pendidikan Digital di 7 Sekolah di Flores
Telkomsel Ungkap Kunci Bisnis Ritel Bertahan di Tengah Persaingan Digital
Telkomsel Luncurkan Terpujilah GURU, Dorong Kompentisi Digital Guru dan Pemanfaatan AI untuk Pendidikan
Telkomsel dan BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Jamsostek Poin, Permudah Pekerja Informal Akses Perlindungan Sosial
Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Akses 104 Pertandingan hingga 100 Ribu Tayangan Gratis