Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong seluruh petani terdaftar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk segera menebus pupuk subsidi yang dialokasikan pada tahun 2025.
Pupuk subsidi yang telah sampai ke daerah-daerah perbatasan Indonesia, termasuk Flores, ini akan mendukung program ketahanan pangan dalam inisiatif Asta Cita yang diusung oleh pemerintah.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Sikka memiliki potensi besar untuk peningkatan produktivitas.
Baca Juga: Tanpa ke Kantor, Reaktivasi Nomor Telkomsel yang Sudah Hangus Bisa dari Rumah, Simak Caranya
Selain padi dan jagung, komoditas perkebunan seperti kakao juga menjadi salah satu komoditas utama yang memerlukan peningkatan hasil produksi.
"Di Pupuk Indonesia, kami mendukung ketahanan pangan, itulah mengapa kami berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pupuk serta pengelolaan stok yang baik."
"Maumere memiliki potensi pertanian yang luar biasa, dan kami akan terus memberikan edukasi serta sosialisasi kepada petani mengenai pengelolaan pupuk subsidi agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin," ujar Rahmad.
Baca Juga: Promo Tanggal Cantik DAMRI 2.2, Dapatkan Diskon 20% dengan Memasukkan Kode Voucher Berikut
Berdasarkan data Pupuk Indonesia, pemerintah telah menyalurkan alokasi pupuk subsidi sebanyak 7.180 ton untuk Kabupaten Sikka pada tahun 2025.
Alokasi ini mencakup 3.500 ton urea, 3.500 ton NPK, dan 180 ton NPK Formula Khusus.
Pupuk subsidi ini akan didistribusikan ke petani terdaftar di 21 kecamatan sesuai dengan rencana alokasi pemerintah.
Baca Juga: Kesempatan Terbatas! Bikin Lentera Unik di Desa Timun TMII, Tiket Lagi Promo Spesial
Rahmad menekankan bahwa petani terdaftar dalam Rencana Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) dapat mulai menebus pupuk subsidi sejak 1 Januari 2025.
Pada 24 Januari 2025, realisasi penyerapan pupuk subsidi di Kabupaten Sikka telah mencapai 185 ton, yang terdiri dari 106 ton urea dan 79 ton NPK.