trending

KAI Group Luncurkan Program Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Stasiun Gambir

Kamis, 21 Mei 2026 | 19:30 WIB
KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi yang dimulai di Hall Stasiun Gambir, Jakarta pada Kamis, (21/5/2026). (DOK. KAI)

Kabar BUMN - KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi yang dimulai di Hall Stasiun Gambir, Jakarta pada Kamis, (21/5/2026).

Program ini menandai langkah strategis KAI Group dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terukur, dan terintegrasi di lingkungan operasional perkeretaapian.

Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa mengatakan tingginya mobilitas pelanggan kereta api berbanding lurus dengan meningkatnya tantangan pengelolaan sampah di kawasan stasiun dan operasional perkeretaapian.

Baca Juga: Pertamina Goes to Campus 2026 Resmi Digelar, Mahasiswa Diajak Berkontribusi untuk Masa Depan Energi

“Karena itu, KAI Group memandang pengelolaan sampah harus dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali agar memberikan dampak lingkungan yang lebih baik,” ujar I Gede.

Ia menambahkan, penguatan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi transportasi publik yang semakin ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sebagai tahap awal implementasi, Stasiun Gambir dipilih menjadi lokasi pilot project karena merupakan salah satu simpul transportasi utama dengan volume mobilitas pelanggan yang tinggi.

Baca Juga: Transformasi Industri Timah Nasional Dipercepat, PT TIMAH Jadi Fokus Evaluasi Pemerintah

Secara keseluruhan, total timbulan sampah di lingkungan KAI Group saat ini mencapai sekitar 1.854 ton per tahun atau lebih dari 4,3 ton per hari.

Kondisi tersebut mendorong perlunya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terukur, dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).

Melalui program ini, KAI Group bersama KAI Services akan mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis circular economy.

Baca Juga: Telkom Perkuat Pondasi Ekosistem Digital Nasional lewat Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026

Yakni, melalui pembangunan fasilitas TPS3R modern, penguatan waste sorting, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga pengembangan potensi konversi sampah menjadi energi ramah lingkungan.

Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto mengatakan transformasi pengelolaan sampah menjadi bagian dari penguatan layanan transportasi publik yang semakin memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini