“Program Waste Management Terintegrasi ini kami siapkan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Krisna.
Baca Juga: PLN Resmikan SPKLU ke-5.000, Pengisian Daya Kendaraan Listrik Kini Semakin Praktis
Program tersebut juga akan didukung melalui pemanfaatan teknologi digital untuk monitoring tonase sampah, proses pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan secara lebih akurat dan transparan.
Implementasi program dilakukan melalui kolaborasi antara KAI Group, KAI Services, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup, mitra pengelola lingkungan seperti Enviro, Kepul.id, PT Anak Bangsa Juara, serta partisipasi masyarakat dan pelanggan kereta api.
KAI Group menargetkan roadmap pengembangan program berlangsung bertahap sepanjang 2026–2029 melalui penerapan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di stasiun-stasiun besar dan wilayah operasional strategis lainnya.***