Namun, hal itu tidak membatai semangatnya untuk membangun sekolah dan mengajak masyarakat di lingkungannya untuk lebih peduli pada pendidikan anak-anak.
Menurutnya, pendidikan adalah jendela kehidupan bagi anak-ank sehingga harus diperhatikan sejak dini.
Berangkat dari pemikiran itu, Bang Untung turut memberikan pendidikan gratis bagi warga kurang mampu.
“Kebutuhan pendidikan terutama di desa memang perlu diberi perhatian dan ditindak lanjuti.
"Dengan tercukupinya kebutuhan pendidikan pada suatu daerah tentunya akan membuat sumber daya manusia itu semakin berkembang di masa yang akan datang,” jelas Mahyaruddin.
Tidak hanya di bidang pendidikan saja, Bang Untung juga aktif melaksanakan program pemberdayaan masyarakat.
Bersama INALUM, Bang Untung telah mengembangkan beberapa program yang bermanfaat bagi kepentingan umum.
Salah satunya adalah pemanfaatan sisa makanan, limbah, dan sampah kantin INALUM sebagai bahan untuk budidaya larva maggot, bebek, ayam, dan lele.
Untuk memulai program tersebut, Bang Untung diberi dana TJSL oleh INALUM untuk membangun usaha ternak.
Hingga kini, Bang Untung dan kelompoknya tengah mengembagkan usaha tersebut secara bertahap.
Saat ini, terdapat 200 ekor ayam, lebih dari 200 ekor bebek, dan ribuan ekor ikan di peternakan tersebut.
Artikel Terkait
Optimalkan Implementasi Aspek K3, Inalum Benchmark ke Pupuk Kaltim
INALUM dan EGA Selesaikan Percontohan Tungku Pot Upgrading: Siap Diperbanyak Menuju Produksi Double Capacity
Berkat Program BRI KlasterkuHidupku, Peternak-peternak Kecil Lampung Timur Percaya Diri Menuju Pasar Baru
Beasiswa Bidiksiba PTBA Menjadi Kanvas Siswa-siswi Prasejahtera Menggambarkan Mimpi Kehidupan yang Lebih Baik
Berkat Program PUMK PT Timah, Rusmaliza Sukses Kembangkan Usaha Toko Sembako