Kabar BUMN - Awalnya fokus menjadi pekerja, karena keinginan untuk lebih dekat dengan keluarga, mendorong Naderan (36) untuk membuka usaha sendiri.
Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman tentang peternakan ayam pedaging, usaha inilah yang menjadi pilihan warga desa Lubuk, kecamtan Kundur, Kabupaten Karimun tersebut.
Dikisahkannya, usaha yang dijalankannya saat awal betul-betul berskala kecil. Hanya untuk memenuhi kebutuhan daging ayam masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.
Baca Juga: Kilas 2023: PT Timah Tenggelamkan Ribuan Artificial Reef Hingga Restocking Kepiting
Kerja keras dan kegigihannya membuat usahanya semakin dikenal masyarakat hingga meningkatkan jumlah pelanggan.
Kebutuhan untuk meningkatkan usahanya demi memenuhi kebutuhan pelanggannya pun muncul. Untuk itu, dibutuhkan modal yang tidak sedikit, sementara modal dari dompet pribadinya belum mencukupi.
Naderan mengisahkan berbagai usaha mencari informasi untuk penambahan modal usaha telah dilakukannya.
Tetapi belum ada yang sesuai dengan keinginan sehingga usaha mengembangkan usaha ternak ayamnya menjadi tersendat.
"Hingga pada saat PT Timah melakukan sosialisasi terkait program PUMK, saya merasa tertarik dan berminat dengan program yang ditawarkan oleh perusahaan,” tutur Naderan.
Setelah mengetahui dengan jelas dan mendetail, serta mendapat persetujuan dari keluarga, Naderan pun memberanikan diri untuk mengajukan pinjaman modal tersebut.
Baca Juga: Edukasi Bahaya Api, PT Timah Berikan Simulasi Penanganan Kebakaran Kepada Anak-anak PAUD
Menurut Naderan, program PUMK PT Timah sangat membantu serta berpihak kepada para pelaku UMKM seperti dirinya.
Selain persyaratan yang mudah dan ringkas, ada keringanan lainnya seperti tidak ada potongan dan modal yang didapatkan bisa digunakan maksimal untuk modal usaha.