inspirasi

Dari Kawasan Eks Lokalisasi, Perempuan Bandar Lampung Rajut Harapan Lewat Kain Tapis Didukung PTBA

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:30 WIB
Kelompok Tapis Melati di Bandar Lampung bangkit lewat kerajinan tapis dengan dukungan PT Bukit Asam. (ptba.co.id)

Kabar BUMN - Suara mesin jahit kini semakin akrab terdengar dari sudut Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.

Di balik irama mesin yang bekerja tanpa henti, tersimpan kisah tentang perjuangan, harapan, dan perubahan yang sedang dirajut oleh puluhan perempuan setempat.

Kawasan yang dahulu dikenal sebagai PMD atau Pemandangan dan lama melekat dengan stigma sebagai wilayah lokalisasi, kini perlahan menunjukkan wajah baru.

Baca Juga: Tebar Manfaat di Momen Iduladha, Rohis Pegadaian Salurkan 4.500 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat

Transformasi tersebut bukan datang dari luar, melainkan tumbuh dari semangat sekitar 30 perempuan yang tergabung dalam Kelompok Tapis Melati.

Melalui komunitas ini, mereka belajar, bertahan, sekaligus menemukan kembali jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Dengan keterampilan yang mereka miliki, para perempuan tersebut menenun kain tapis, kain tradisional khas Lampung yang kaya akan nilai budaya dan diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga: Puncak Waisak 2570 BE Digelar Besok di Borobudur, Simak Rundown Acaranya dari Prosesi hingga Pelepasan Ribuan Lampion

Bagi anggota Kelompok Tapis Melati, kain tapis bukan sekadar produk kerajinan.

Setiap helai benang yang disulam menjadi simbol kesabaran, ketekunan, dan harapan untuk kehidupan yang lebih layak.

Di tengah stigma yang selama bertahun-tahun membayangi lingkungan tempat tinggal mereka, para perempuan ini memilih melawan keadaan melalui karya dan kreativitas.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, BRI Kucurkan KUR Rp27,95 Triliun ke Sektor Pertanian

Namun perjalanan untuk bangkit tidak selalu mudah.

Keterbatasan sarana produksi menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus mereka hadapi.

Halaman:

Tags

Terkini