3. Pasar Jatinegara
Pasar Jatinegara dulunya bernama Pasar Meester atau Pasar Kamis, karena hanya buka pada hari Kamis. Diperkirakan pasar ini ada sejak tahun 1770.
Awalnya pasar ini hanya berjualan di depan gerbang Benteng Belanda Messter Cornelis.
Pada masa itu wilayah Jatinegara dinamakan dengan Meester Cornelis, nama seorang pelukis topografi VOC asal Denmark yang tinggal di sana antara 1763-1783.
Baca Juga: Umurnya Sudah Lebih dari 50 tahun, Tempat makan legendaris di Jakarta yang Patut Dikunjungi
Sejak awal didirikan pasar ini sudah jadi pusat perekonomian. Penduduk daerah sekitar sampai Bekasi melakukan jual beli bahan kebutuhan sehari-hari di sini.
Nama Pasar Jatinegara baru digunakan pada masa pendudukan Jepang pada tahun 1942.
Ada yang bilang nama ini diambil karena di sekitar pasar banyak pohon jati. Tapi ada juga yang bilang nama Jatinegara berarti 'negara sejati' nama yang dipopulerkan Pangeran Jayakarta.
Baca Juga: Sejarah Penyematan Gelar Haji di Depan Nama Seseorang yang Baru Pulang dari Ibadah di Tanah Suci
4. Pasar Baru
Pasar Baru sudah berdiri sejak tahun 1820 dengan nama Passer Baroe. Mereka yang berbelanja di tempat ini adalah orang-orang Belanda yang tinggal di Rijswijk (jalan Veteran).
Kebanyakan toko di sini adalah toko kelontong dan bahan kain.
Sampai sekarang sisa-sisa toko lama pun masih ada seperti apotek Kimia Farma, toko Lee le Seng, toko jam Tjung-Tjung dan toko kacamata Seis (Tjun Lie).***
Artikel Terkait
Jalan-Jalan ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka
Umurnya Sudah Lebih dari 50 tahun, Tempat makan legendaris di Jakarta yang Patut Dikunjungi
6 Tempat Menikmati Week-end di Jakarta yang Cocok Untuk Seluruh Keluarga
Makanan Khas Betawi, Makin Mudah Dicari Saat HUT Jakarta
Napak Tilas Jejak Bung Karno dari Tiga Tempat Bersejarah di Blitar
5 Tempat Nasi Uduk Khas Betawi yang Legendaris di Jakarta, Awas Ketagihan