Nama Rijswijkstraat berubah jadi jalan Majapahit pada tahun 60-an.
Baca Juga: Dihadiri Langsung Presiden Jokowi, Jakarta Fair 2023 Resmi Dibuka
4. Sultan Agung
Jalan Sultan Agung awalnya bernama JP Coenweg, diambil dari nama pendiri Batavia, Jan Pieterzoon Coen Weg.
Pada masa Hindia Belanda jalan ini termasuk salah satu jalan utama dan jadi pusat penjualan sepeda-sepeda.
Baca Juga: Umurnya Sudah Lebih dari 50 tahun, Tempat makan legendaris di Jakarta yang Patut Dikunjungi
5. Jusuf Adiwinata
Pemerintah Hindia Belanda sangat senang memberikan nama-nama jalan di Jakarta dengan nama anggota keluarga kerajaan Belanda.
Sebut saja, Jalan Jusuf Adiwinata yang ada di daerah Menteng, dulunya bernama Wilhelmina Laan. Wilhelmina sendiri adalah ratu yang berkuasa di Belanda dari tahun 1898 – 1948.
Selain diabadikan menjadi nama jalan, Wilhelmina juga digunakan sebagai nama taman yaitu Wilhelmina Park. Sekarang taman tersebut sudah berubah menjadi Masjid Istiqal.***
Artikel Terkait
5 Tempat Nasi Uduk Khas Betawi yang Legendaris di Jakarta, Awas Ketagihan
Jalan-Jalan Ke Setu Babakan di Jakarta, Desa Wisata Dengan Budaya Betawi
Termasuk Kerak Telor, Ini 4 Menu Kuliner Khas Betawi yang Wajib Dicicipi di Jakarta Fair 2023
Perjalanan Panjang Jakarta Fair, Berawal dari Pasar Malam di Gambir Sampai Ke JIExpo
Sejarah Pasar-Pasar di Jakarta yang Berumur Lebih dari 200 Tahun, Pasar Tanah Abang Dulu Bernama Pasar Sabtu