Percaya Tidak, Kebiasaan Sederhana Ini Mendorong Orang Bertambah Pintar

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 12 Juli 2023 | 07:45 WIB
Ilustrasi. Menuangkan sesuatu yang mengganjal dalam pikiran ke dalam jurnal akan membantu orang merefreksikan satu kejadian dan belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu. (Tima Miroshnichenko/Pexels)
Ilustrasi. Menuangkan sesuatu yang mengganjal dalam pikiran ke dalam jurnal akan membantu orang merefreksikan satu kejadian dan belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu. (Tima Miroshnichenko/Pexels)

Membaca juga dipercaya bisa mengurangi kepikunan. Semakin bertambah umur, semakinlah banyak membaca agar tidak cepat pikun.

Baca Juga: Liburan Panjang, Manfaatkan Momen Ini untuk Meningkatkan Minat Baca

4. Menjalankan hobi
Selain melakukan pekerjaan yang membuat stres, otak juga perlu dirangsang dengan melakukan hal-hal yang membuat bahagia.

Seseorang yang bahagia secara tidak langsung tubuhnya akan mengeluarkan endorphin.

Lakukan hobi lama Anda yang sempat terabaikan. Bisa juga mencari hobi baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Tingkatkan terus kemampuan dari hobi tersebut.

Baca Juga: 5 Sifat Aneh Para Miliuner Dunia, Pakai Mobil Bekas hingga Hobi Berburu Diskon

5. Berteman dengan orang yang lebih pintar
Sering ada perasaan rendah diri bila berteman dengan mereka yang lebih pintar. Anda merasa obrolan tidak nyambung atau takut terlihat bodoh.

Sebenarnya berteman dengan orang pintar, bisa membuat ketularan pintar, lho. Anda bisa mendapat asupan informasi penting dari kekayaan wawasan dan pengetahuannya.

Untuk merangsang otak Anda melihat berbagai opini, berdiskusilah dengan teman yang lebih pintar pada satu masalah. Ini akan membantu Anda melihat sebuah masalah dengan cara yang berbeda juga.

Baca Juga: Keuntungan Mengikuti Organisasi dalam Kehidupan Sosial

6. Berteman dengan orang yang berbeda karakter
Berteman jangan dengan mereka yang satu selera atau sama latar belakangnya dengan Anda. Coba berteman dengan mereka yang 180 derajat berbeda.

Coba posisikan diri Anda pada posisi mereka. Walau tidak setuju dengan pendapat atau gaya hidupnya, coba pelajari dan berempati.

Ini mengasah kepekaan dan membuat Anda bisa melihat masalah dari berbagai perspektif.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Healthline, developgoodhabit.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini