Ingin Menyampaikan Keluhan Kepada Rekan Kerja? Silakan, Usahakan Lakukan Dengan Cara Profesional dan Sopan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 3 Agustus 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi. Cara profesional dan sopan menyampaikan keluhan kepada rekan kerja. (Anna Shvets/Pexels)
Ilustrasi. Cara profesional dan sopan menyampaikan keluhan kepada rekan kerja. (Anna Shvets/Pexels)

Kabar BUMN - Ada kalanya hati merasa tidak puas akan sesuatu tetapi merasa tidak enak mau mengeluh, terutama jika terkait dengan urusan rekan kerja.

Pada dasarnya, tidak masalah untuk mengeluh. Ini sangat manusiawi, selama cara menyampaikannya sopan agar orang lain tidak salah terima atau sakit hati.

Dengan menyampaikan keluhan kepada rekan kerja, ia juga jadi menyadari jika ada sesuatu yang Anda kurang sreg terhadapnya.

Baca Juga: Karakter Rekan Kerja yang Perlu Dicermati, Kalau Tidak Bisa Dihindari Sebaiknya Disiasati

Selain itu, jika kebiasaan dan terlalu sering menyimpan keluhan dalam hati sendirian pun tidak baik untuk kesehatan mental.

Keluarkan saja perasaan dan pikiran Anda. Lakukan cara-cara di bawah ini untuk mengeluh dengan sopan dan profesional kepada rekan kerja.

Baca Juga: 5 Tips Agar Selalu Bahagia Saat Bekerja di Kantor, Cari Cuan Jadi Semakin Semangat

1. Pahami alasannya
Sebelum mengeluh, pastikan dan pahami dulu alasan utama keluhan Anda. Jangan asal mengeluh, katakanlah karena alasan sentimen semata.

Jangan lupa, sampaikan pula harapan Anda kepada rekan kerja. Dengan cara ini orang lain pun mengerti mengapa keluhan tersebut dikemukakan, mengetahui kekurangan mereka, dan mungkin memperbaikinya.

Misalnya, Anda mengeluh soal laporan yang tidak disertai grafik atau data lengkap. Sampaikan keluhan dengan menyebutkan bahkan laporan tersebut akan lebih mudah dipahami bila disertai grafik.

Baca Juga: Jangan Sungkan, Tidak Perlu Emosi Juga, Ini Cara Bilang Tidak Dengan Sopan Pada Rekan Kerja

2. Cara berbicara
Cara berbicara atau intonasi bisa memengaruhi reaksi seseorang atas keluhan Anda. Gunakan intonasi yang sopan, jangan bersuara kencang apalagi sampai membentak.

Ekspresi wajah sebaiknya diatur lebih manis. Begitu pula dengan bahasa tubuh juga harus diperhatikan.

Hindari bahasa tubuh yang agresif atau menantang seperti bertolak pinggang atau melipat kedua tangan di dada. Terutama bila posisi Anda lebih tinggi atau senior dari pada rekan kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Readers Digest

Tags

Artikel Terkait

Terkini