3. Pacu kude
Setiap tanggal 17 Agustus masyarakat Aceh Tengah melakukan perlombaan pacu kuda atau pacu kude.
Sebenarnya tradisi ini sudah ada sejak tahun 1850 namun, setelah kemerdekaan RI pertandingan ini jadi acara tahunan setiap tanggal 17 Agustus.
Seperti pacuan kuda umumnya, seorang joki dan kudanya berpacu secepat mungkin menunju garis finish. Lintasannya rata-rata mencapai 1,5 kilometer.
Tradisi ini sudah masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sejak tahun 2016.
Baca Juga: Meugang: Tradisi Lebaran di Aceh untuk Mempererat Silaturahmi
4. Estafet obor
Tradisi estafet obor dilakukan masyarakat kelurahan Papandayan, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang.
Ini merupakan pertandingan lari estafet sambil membawa obor.
Penggunaan obor digunakan sebagai simbol semangat para pahlawan saat meraih kemerdekaan. Tradisi ini sudah berlangsung selama 30 tahun.
Baca Juga: Bertransformasi, Hotel HAKA Semarang Kelolaan HK Realtindo Kini Semakin Up-Peak
5. Sampan Layar
Masyarakat Batam merayakan 17 Agustus dengan lomba layar atau yang dikenal dengan nama Tradisi Sampan Layar. Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1965.
Pada pertandingan ini perahu layar berwarna-warni berlomba di pantai untuk mencapai garis finish yang sudah ditentukan.
Baca Juga: Simak Panduan Singkat Cara Bayar Tiket Kapal Ferry Pakai LinkAja
Artikel Terkait
Promo Nyalakan Kemerdekaan, PLN Beri Diskon Spesial Tambah Daya Hanya Rp170.845
5 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Indonesia dalam Merayakan 17 Agustus
Jokowi Resmikan Tol Ciawi-Sukabumi Garapan Waskita, Tarif Tol Gratis Sampai Dengan 17 Agustus 2023
Rayakan Kemerdekaan RI Ke-78, Perhutani Gelar Penanaman Bersama dan Pengibaran Bendera di Wisata Curug Cileat
17 Agustus, Ini Gunung yang Rutin Menjadi Tujuan Pendaki Memperingati Kemerdekaan Indonesia
Kementerian BUMN Meriahkan HUT Kemerdekaan RI dengan Menggelar Bazar UMKM di Sarinah