Bila efeknya sudah habis, orang yang terbiasa dengan gula akan kembali lemas dan tidak punya punya tenaga.
Baca Juga: Gampang Lesu? Coba Lakukan 5 Jenis Olahraga Ini untuk Tingkatkan Stamina
Sehingga mereka perlu untuk mengonsumsi lagi makanan dan minuman manis.
Ini seperti lingkaran setan. Orang jadi tergantung pada gula untuk meningkatkan mood dan energinya.
Bila tidak, maka akan muncul rasa cemas dan pada tingkat yang parah menjadi depresi.
Baca Juga: 7 Jenis Makanan Untuk Mengurangi Kadar Gula Darah
2. Tubuh sulit merespons stres
Kalau lagi stres orang biasanya lari ke makanan manis. Setelah itu seringnya perasaan akan menjadi baik.
Ini terjadi karena gula sukses menekan hypothalamic pituitary adrenal (HPA) dalam otak.
HPA berfungsi untuk merespons stres. Ketika ditekan, maka stres yang dialami orang akan berkurang.
Baca Juga: Overthinking Bisa Jadi Pemicu Stres, Simak 4 Tips Cara Menghindarinya
Masalahnya, bila kondisi ini sering terjadi dan terus berulang pada akhirnya tubuh jadi sulit merespons stres.
Baru stres sedikit saja orang akan segera lari pada makanan manis.
Dan mungkin saja kadar asupan gula yang diperlukan semakin tinggi dan tinggi lagi.
Baca Juga: Hentikan Kebiasaan Overeating Saat Stres, Tidak Baik Bagi Kesehatan
3. Gula menimbulkan kecanduan
Kenapa orang yang suka makanan manis kadang tidak bisa berhenti? Ini karena gula bersifat candu.
Artikel Terkait
Jarang Diketahui, Ternyata Vitamin K Dapat Kontrol Gula Darah dan Cegah Diabetes
Gula, Tidak Selamanya Buruk Bagi Kesehatan, Lho
5 Buah Beku Terbaik untuk Penderita Diabetes, Bagus untuk Kontrol Gula Darah
7 Jenis Makanan Untuk Mengurangi Kadar Gula Darah
Penderita Diabetes, Ini 6 Minuman Terbaik untuk Menurunkan Kadar Gula Darah