Gula Meningkatkan Risiko Stres Sampai Depresi, Kok Bisa?

- Jumat, 8 September 2023 | 17:00 WIB
Ilustrasi. Begitu banyaknya dampak buruk mengonsumsi gula berlebihan, cobalah untuk menguranginya.  (Nataliya Vaitkevich/Pexels)
Ilustrasi. Begitu banyaknya dampak buruk mengonsumsi gula berlebihan, cobalah untuk menguranginya. (Nataliya Vaitkevich/Pexels)

Awalnya, orang mengonsumsi satu sendok teh gula, setelah lama, jumlah ini dirasa kurang.

Mereka menambahkan jadi dua sendok teh gula dan ini pun belum cukup. Begitu terus sampai jumlahnya terus meningkat.

Baca Juga: Penderita Diabetes Disarankan Makan 11 Sayur yang Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah Ini

Ini membuktikan gula bersifat candu, bahkan lebih bahaya dari kokain, karena sulit mengontrolnya.

Bila tidak mengonsumsi gula sesuai jumlah yang diperlukan, orang menjadi semakin stres dan mengalami kecemasan.

4. Mengganggu kerja otak
Sebuah penelitan menemukan fakta, orang yang mengonsumsi gula dalam jumlah besar mengalami gangguan kognitif.

Baca Juga: 5 Minuman yang Harus Dihindari karena Dapat Merusak Kesehatan Otak

Otak pun jadi kesulitan ketika harus mengingat sesuatu atau dalam mengambil keputusan besar.

5. Mengurangi gula menimbulkan panic attack
Karena sifat gula yang bisa membuat kecanduan, ketika konsumsinya dikurangi tentu akan berdampak.

Biasanya orang itu jadi sering mengalami panic attack, mudah tersinggung, dan mengalami kelelahan kronis.

Baca Juga: Serangan Kecemasan vs Serangan Panik, Ada Bedanya?

Kondisi ini mirip ketika seseorang mencoba berhenti narkoba. Bayangkan, betapa bahayanya efek gula.

Karena itu, sebelum kecanduan yang kronis, mulai sekarang batasi konsumsi gula setiap hari.

Untuk mengurangi ketergantungan gula lakukan secara perlahan.

Baca Juga: Ada Orang yang Memotong Antrean? Jangan Langsung Emosi dan Bersuara Lantang, Ini yang Sebaiknya Dilakukan

Mulai dengan menggantikan konsumsi gula-gula buatan dengan gula alami seperti madu atau molase.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Healthline

Tags

Artikel Terkait

Terkini