Pertama, zona budaya (culture district) seluas 114,73 ha/29 persen. Ini merupakan pusat keragaman budaya NTT, research center, area UMKM, serta kawasan untuk pengembangan museum.
Baca Juga: PT MUM Buka Lowongan Kerja Posisi VCO dengan Penempatan di Semarang, Deadline 29 September 2023
Kedua, zona rekreasi (leisure district) seluas 63,59 ha. Zona menyuguhkan atraksi hiburan dan rekreasi bagi para wisatawan untuk bersantai. Disini, salah satunya ada area spa yang bisa dinikmati.
Ketiga, zona alam liar (wild life district) seluas 89,25 ha. Zona ini menonjolkan keragaman dan keunikan satwa liar yang ada di sekitar hutan kawasan Parapuar.
Selain terdapat mini zoo, disini ada juga kegiatan edukasi tentang cagar biosfer komodo karena kawasan ini akan dikembangkan menjadi land mark of cagar biosfer komodo.
Baca Juga: Melalui Bazar UMKM, PLN Dorong Masyarakat Belanja Produk Lokal
Terakhir, zona pertualangan (adventure district) yang memiliki 132,43 ha.
Di zona ini, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari berbagai aktivitas menarik sekaligus menguji nyali.
Salah satu fasilitas yang akan disediakan di zona ini adalah kereta gantung (cable car).
Baca Juga: Dukung Kehadiran KCJB, Damri Sediakan Layanan Hubungkan Rute Stasiun Tegalluar-Gedebage
Dengan adanya Parapuar, tentunya objek pariwisata di Labuan Bajo akan semakin lengkap. Wisatawan yang berkunjung akan mendapatkan pengalaman liburan yang menyenangkan dan tak terlupakan disini.***
Artikel Terkait
Tempat Wisata Alam di Yogyakarta, Nikmati Pesona Lautan Awan di Kebun Buah Mangunan
Bak Negeri Dongeng, Hutan di Banyuwangi Ini Tawarkan Pemandangan Seperti di Alam Lain
Nongkrong Estetik Sambil Menikmati Keindahan Panorama Alam di Sukawana Sunrise, Bangli
Dijuluki Kota Bunga, Tomohon Simpan Pesona Alam yang Sayang untuk Dilewatkan
Air Terjun Girimanik, Objek Wisata di Wonogiri dengan Panorama Alam Indah yang Mampu Sejukkan Hati