Kabar BUMN - Sejak 2009, tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik.
Salah satu hal yang melekat dengan Batik adalah Kabupaten Pekalongan.
Ya, tu karena Kabupaten Pekalongan memiliki julukan Kota Batik.
Baca Juga: Jalan-Jalan ke Kampung Batik Kauman di Pekalongan, Beragam Pesona Bisa Dinikmati Sekaligus
Lantas apa yang mendasari Kabupaten Pekalongan dijuluki sebagai Kota Batik?
Mengapa bukan Solo atau Yogyakarta yang memiliki keraton yang mengenakan batik sebagai pakaian kebanggaan selama turun temurun?
Usut punya usut, batik di Pekalongan memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1800-an.
Baca Juga: 5 Kampung Batik di Beberapa Penjuru Pulau Jawa, di Jakarta Juga Ada, Lho
Dilansir KabarBUMN.com dari pekalongankota.go.id, batik diperkirakan mulai dikenal di Pekalongan pada 1802.
Menurut data yang tercatat di Deperindag, tercatat ada baju bermotif pohon kecil yang diperkirakan menjadi cikal bakal batik.
Perkembangan batik di wilayah Pekalongan semakin masif setelah era Perang Diponegoro atau Perang Jawa yang terjadi pada 1825-1830.
Baca Juga: Bentuk SIBA, PTBA Ingin Dorong Perkembangan Pengrajin Batik Kujur
Peperangan ini memaksa Kerajaan Mataram dan pengikutnya meninggalkan wilayahnya dan menyebar ke timur atau barat.
Di daerah-daerah baru itu, mereka kemudian mengembangkan batik, salah satunya di kawasan Pekalongan.
Artikel Terkait
Kunjungi Gelar Batik Nusantara 2023, Jokowi Sempat Lirik Salah Satu Produk UMKM Binaan PNM
Kisah Erawati, Pengusaha Batik Perempuan Asal Blora yang Sukses Berkat Program Binaan PNM
Bentuk SIBA, PTBA Ingin Dorong Perkembangan Pengrajin Batik Kujur
5 Kampung Batik di Beberapa Penjuru Pulau Jawa, di Jakarta Juga Ada, Lho
Jalan-Jalan ke Kampung Batik Kauman di Pekalongan, Beragam Pesona Bisa Dinikmati Sekaligus