Perlu Tahu! Fakta Unik Gunung Lawu Yang Masih Terbakar, Dipercaya Sebagai Tempat Petilasan Prabu Brawijaya V

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 2 Oktober 2023 | 14:30 WIB
Gunung Lawu yang bagi sebagian masyarakat diyakini sakral. (tempatwisata.pro)
Gunung Lawu yang bagi sebagian masyarakat diyakini sakral. (tempatwisata.pro)

Tak heran kalau sampai sekarang pun dianggap sebagai tempat yang sakral.

Baca Juga: Terletak di Kaki Gunung Lawu, Telaga Ini Simpan Keindahan Alam yang Tak Kalah Cantik dengan Luar Negeri

2. Tempat petilasan Prabu Brawijaya V
Tempat petilasan adalah tempat keramat yang dulu disinggahi tokoh penting dengan jabatan, kehebatan dan kesaktian.

Sedang pamoksaan adalah tempat seseorang tokoh mencapai kesempurnaan setelah lama bertapa.

Puncak Hargo Dalem dipercaya tempat petilasan Prabu Brawijaya V, raja terakhir dinasti Wijaya dari kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Sejarah Pengenalan Batik di Kancah Internasional, Inilah Sosok yang Pertama Kali Mengenalkannya ke Dunia

Sementara di Puncak Hargo Dumiling dipercaya sebagai tempat pamoksaan Ki Sabdo Palon.

Serta Ki Kinoyo Gengdong Punokawan dan Prabu Brawijaya Pamungkas.

Terakhir, puncak Hargo Dumilah dipercaya sebagai tempat pertapaan Sang Ratu Adil.

Baca Juga: Mengenal Kebo Kyai Slamet, Kerbau Bule yang Kotorannya Jadi Rebutan Saat Kirab Malam 1 Suro Keraton Surakarta

3. Ada lima jalur pendakian
Untuk mencapai puncak Gunung Lawu, pendaki bisa melewati lima jalur yang ada.

Baik lewat dari Jawa Tengah atau dari Jawa Timur.

Jalur tersebut adalah Cemoro Kandang, Tambak, Candi Cetho, Singolangu dan Cemoro Sewu.

Baca Juga: Cocok untuk Pendaki Pemula, Gunung Pundak Tawarkan Keindahan Alam Jawa Timur

Cemoro Sewu adalah jalur pendakian yang paling populer.

Jalur ini pun terbilang paling pendek dan mudah untuk sampai ke puncaknya.

Lewat jalur ini pun ada basecamp dengan fasilitas lengkap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini