Gaya makanan khas Jepang terdiri dari satu sup dan tiga sayuran serta nasi, menciptakan keseimbangan nutrisi yang sangat baik.
Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang telah menyatakan bahwa makanan tradisional Jepang yang rendah lemak dan rendah kalori adalah salah satu faktor yang menyebabkan warga Jepang berumur panjang.
Di Jepang, makan secukupnya alih-alih makan sampai kenyang, yang berarti makan sampai perut terasa seperti 4/5 penuh, lalu berhenti.
Hal ini dikatakan baik untuk kesehatan dan umur panjang.
Baca Juga: Melaju untuk Menuju Masa Depan, Bank Mandiri Menjadi Pionir Perdagangan Bursa Karbon
- Tetap bekerja di usia tua
Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menyatakan bahwa terdapat 4.950.000 warga Jepang di atas usia 65 tahun yang masih bekerja, atau sekitar 19,4%.
Banyak lansia Jepang tetap produktif dalam komunitas melalui kegiatan seperti asosiasi lingkungan atau permainan gateball.
Menurut penelitian, sekitar 60% orang lanjut usia di Jepang berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat dan 80% lansia Jepang merasa bahwa mereka memiliki tujuan hidup.
- Peduli dengan kesehatan
Olahraga menjadi gaya hidup sehari-hari warga Jepang, karena tingkat kesadaran kesehatan mereka yang tinggi.
Di samping itu, berkat gagasan Jepang tentang kesehatan, siapa pun dapat menerima perawatan dengan biaya yang terjangkau.
Warga Jepang juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis di sekolah dan di sebagian besar perusahaan.
Artikel Terkait
PIP Kemdikbud 2023 Tahap Ketiga Cair Bulan Oktober, Cek Daftar Penerima Melalui Link Berikut
Serikat Pekerja Pegadaian Gelar Tasyakuran HUT ke-23 dengan Tema Disruption Agility
Jembatan Plunyon Kalikuning, Tempat Wisata di Lereng Gunung Merapi yang Jadi Tempat Syuting KKN Desa Penari
Program MAKMUR Petrokimia Gresik Lanjutkan Tren Positif, Pertahankan Predikat Jawa Timur sebagai Lumbung Gula
Kolaborasi Anak Usaha Telkom, Metranet dengan Jayantara Dukung Sukseskan PPDB 2024