Menjelajahi Flora dan Fauna di Savana Sadengan, Padang Rumput di Alas Purwo yang Mirip Afrika

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 9 Oktober 2023 | 19:20 WIB
Flora dan Fauna yang hidup di Savana Sadengan, padang rumput di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi mirip di Afrika. (Instagram/@a_naturewalker)
Flora dan Fauna yang hidup di Savana Sadengan, padang rumput di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi mirip di Afrika. (Instagram/@a_naturewalker)

Sebab, satwa-satwa di Savana Sadengan dibiarkan hidup secara liar.

Baca Juga: Yuk Main ke Padang Mangateh, Padang Savana ala New Zealand, Tempat Wisata Punya Lima Puluh Kota

Diantaranya bahkan ada jenis fauna yang langka dan hampir punah.

Seperti Ajag (Cuon alpines) yang pada 2020 statusnya Endangered Species karena populasinya yang terus menurun.

Hewan tersebut merupakan predator Banteng Jawa (Bos javanicus) yang juga hidup bebas di Savana Sadengan dan.

Baca Juga: Tidak Jauh dari Banyuwangi, Pantai Cantik di Ujung Timur Pulau Jawa Ini Punya Pesona yang Manjakan Mata

Satwa lain berstatus rentan atau vulnerable yang hidup di Savana Sadengan adalah lutung budeng (Trachypithecus auratus) dan macan tutul (Panthera pardus).

Ada pula Babi Hutan (Sus scrofa), Kijang (Muntiacus muntjak), Rusa (Cervus timorensis), Monyet Abu-Abu Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan berbagai jenis burung baik lokal maupun migrant diantaranya Leptoptilos javanicus.

Savana Sadengan juga menjadi habitat merak hijau (Pavo muticus), spesies burung yang pada 2020 berstatus Endangered Species dengan sebaran habitat terbatas.

Baca Juga: Bak Negeri Dongeng, Hutan di Banyuwangi Ini Tawarkan Pemandangan Seperti di Alam Lain

Menariknya, pengunjung yang datang ke Savana Sadengan bisa melihat langsung flora dan fauna tersebut yang hidup bebas di alam.

Dengan pengalaman yang ditawarkan, tidak heran bila Savana Sadengan disebut sebagai miniaturnya Afrika.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: geopark-ijen.jatimprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini