Akibatnya menimbulkan peradangan dan terjadilah diare.
Baca Juga: Probiotik, Bakteri Baik untuk Tubuh yang Penting Diasup Setiap Hari
Gejala Traveler’s diarrhea
Beberapa gejalanya seperti demam, perut keram, mual, pusing, dan diare.
Yang perlu diwaspadai ketika alami penyakit ini adalah seseorang bisa kekurangan cairan tubuh.
Umumnya traveler's diarrhea disebabkan bakteri.
Baca Juga: Tampak Menyehatkan, 9 Makanan Ini Ternyata Tak Bagus untuk Pencernaan
Yang paling sering adalah bakteri salmonella, shigella, cholera dan bakteri e.coli.
Kadang juga bisa disebabkan virus seperti norovirus, rotavirus dan astrovirus.
Atau disebabkan parasit seperti giardia, cryptosporidium dan cyclospora.
Baca Juga: Waspadai 4 Minuman Ini Bisa Sebabkan Gangguan pada Pencernaan
Penyakit ini memang bukan penyakit berat.
Rata-rata setelah dua tiga hari mengonsumsi obat yang dibeli di apotek pun bisa sembuh.
Tetapi, dalam kasus tertentu, bisa lebih dari seminggu dan harus mengkonsumsi obat anti biotik.
Baca Juga: Kaya Serat, 8 Makanan Ini Wajib Disantap Saat Sarapan Agar Pencernaan Lancar
Jangan lupa untuk minum air sebanyak mungkin.
Artikel Terkait
6 Alasan Seseorang Harus Traveling Solo, Paling Tidak Sekali Seumur Hidup
Ingin Mencoba Jalan-jalan dengan Sistem Open Trip? Pahami Dulu Cara Memilihnya
Ingin Ajak Orang Tua Jalan-jalan dan Liburan? Perhatikan Tips Ini Agar Liburan Memuaskan Hati Orang Tua
Cegah Kulit Gosong saat Traveling, Halau Sinar Matahari dengan 5 Rekomendasi Sunscreen SPF 50 Ini!
Koper Traveling yang Bagus dan Berkualitas Betulkah Harus yang Mahal?