Di Sini-sini Ini Tempatnya Liburan dengan Konsep Cinta Alam dan Lingkungan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 19 Oktober 2023 | 09:00 WIB
Suasana di Desa Penglipuran, Bangi, Bali, yang ternyata sudah berusia lebih dari 700 tahun. (Bali Getaway Indonesia via instiki.ac.id)
Suasana di Desa Penglipuran, Bangi, Bali, yang ternyata sudah berusia lebih dari 700 tahun. (Bali Getaway Indonesia via instiki.ac.id)

Kabar BUMN - Rusaknya alam dan lingkungan karena tingginya tingkat kunjungan orang ke satu tempat, melandasi munculnya ekowisata.

Ekowisata adalah konsep liburan tetapi dengan penuh kesadaran untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Selain lingkungan, dalam konsep ekowisata ini pelancong juga ikut mendukung pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

Ini rekomendasi sejumlah tempat ekowisata.

Baca Juga: Menghabiskan Akhir Pekan di Gunung Pundak Mojokerto, Mulai dari Berwisata hingga Bermalam di Alam Terbuka

1. Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo masuk dalam situs warisan dunia yang dibuat UNESCO dan ditetapkan juga sebagai Cagar Manusia dan Biosfer.

Seperti diketahui, taman nasional yang terlokasi di Nusa Tenggara Timur ini merupakan habitat asli komodo.

Kadal raksasa tersebut dilindung karena dikhawatirkan bisa punah. Saat ini saja jumlahnya tinggal 1.000 ekor.

Baca Juga: Garuda Indonesia Angkut Komodo ke Labuan Bajo

Habitatnya tersebar di 3 pulau besar yaitu Pulau Rinca, Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Dengan kekayaan biosfernya, selain melihat langsung habitat asli komodo, pengunjung juga bisa melihat hewan lain dan tetumbuhan.

Di Taman Nasional Komodo terdapat sekitar 250 tumbuhan, 120 burung, dan 58 fauna lain.

Baca Juga: Binatang Langka yang Cuma Ada di Indonesia, Masyarakat Harus Jaga Kelestariannya

2. Desa Wisata Penglipuran
Desa Wisata Penglipuran salah satu desa di Bali yang masih memiliki banyak peninggalan arstitektur kuno.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini