Kabar BUMN - Untuk orang yang baru kali pertama ke Bali, Desa Penglipuran umumnya jadi destinasi yang direkomendasikan.
Saat dilaksanakannya KTT G20 di Bali pada November 2022 lalu, para tokoh dari negara G20 pun sempat mendatangi Desa Penglipuran.
Desa Penglipuran dirancang sebagai desa wisata, di mana turis bisa menginap dan membaur dengan masyarakat setempat.
Baca Juga: Di Sini-sini Ini Tempatnya Liburan dengan Konsep Cinta Alam dan Lingkungan
Desa Penglipuran termasuk salah satu desa adat di Indonesia. Dipercaya desa ini sudah ada sejak 700 tahun lalu.
Lokasinya di Kabupaten Bangli, Bali. Jaraknya sekitar 45 kilometer dari Denpasar.
Akses ke sana cukup mudah karena berada di jalur utama Bangli dan Kintamani.
Desa ini luasnya sekitar 112 hektar dan berada pada ketinggian sekitar 700 mdpl.
Warga Desa Penglipuran berasal dari Desa Bayung Gede.
Pada masa kerajaan Bangli, penduduk Desa Bayung Gede dipercaya Raja Bangli untuk melakukan kegiatan keagamaan.
Karena seringnya berpartisipasi, pada akhirnya 7 orang warga desa Bayung Gede diminta pindah ke desa dekat istana.
Jadilah mereka membuat pemukiman dan akhirnya berkembang menjadi Desa Penglipuran ini.
Saat kali pertama berdiri, Desa Penglipuran disebut dengan Kubu Bayung.
Artikel Terkait
Peraih Rekor MURI, 14 Desa Wisata di Indonesia Ini Bisa Kamu Jelajahi, Masing-masing Punya Daya Tarik Sendiri
Mampir ke Desa Wisata Silalahi, Pedesaan di Pesisir Danau Toba yang Cantik dan Kaya Budaya
Hutan Bambu di Desa Penglipuran Bali Disulap Jadi Mirip Arashiyama di Jepang
Jalan-Jalan Sambil Belajar Budaya Sumba di Desa Wisata Tebara
Wisata ke Kampung Di Atas Awan Wae Rebo, Desa Adat yang Tak Tergoyahkan Dengan Modernisasi
Ada Waterboom hingga Taman Bunga, Desa Wisata di Karanganyar Ini Bisa Jadi Destinasi Liburan Bersama Keluarga