Kubu artinya pondokan sedangkan bayung artinya asal mula warga dari desa Bayung Gede.
Baca Juga: Tidak Kalah dari Jepang, Bali Juga Punya Pemandian Air Panas, Ini Beberapa yang Direkomendasikan
Tidak ada sampah
Salah satu ciri khas dari Desa Penglipuran adalah kondisi desanya yang sangat bersih.
Desa ini bahkan mendapat gelar dari Green Destinations Foundation sebagai desa terbersih ketiga sedunia.
Urutan pertama dan kedua diberikan pada Desa Mawlynnong di India dan Giethoorn di Belanda.
Baca Juga: Wisata Spiritual ke Griya Beji Waterfall, Hidden Gem di Bali yang Paling Pas untuk Healing Jiwa Raga
Untuk menjaga kebersihan, di sepanjang wilayahnya disediakan tempat sampah dengan jarak setiap 30 meter.
Pihak desa juga menetapkan aturan adat yang ketat.
Agar kualitas udara tetap bersih, kendaraan bermotor dilarang masuk.
Pengunjung yang ingin berkeliling desa hanya bisa dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Baca Juga: Glamping Seru Sembari Menikmati Panorama Danau dan Gunung Batur di Sunrise Hill Camp Bali
Dipenuhi tanaman
Selain bersih, pengunjung pun akan terkagum-kagum dengan banyaknya tanaman hijau dan bunga berwarna-warnai.
Seperti bugenvil, kembang sepatu, mawar dan kamboja.
Bunga ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan tetapi juga sebagai bagian dari sesajen dan untuk upacara keagamaan.
Artikel Terkait
Peraih Rekor MURI, 14 Desa Wisata di Indonesia Ini Bisa Kamu Jelajahi, Masing-masing Punya Daya Tarik Sendiri
Mampir ke Desa Wisata Silalahi, Pedesaan di Pesisir Danau Toba yang Cantik dan Kaya Budaya
Hutan Bambu di Desa Penglipuran Bali Disulap Jadi Mirip Arashiyama di Jepang
Jalan-Jalan Sambil Belajar Budaya Sumba di Desa Wisata Tebara
Wisata ke Kampung Di Atas Awan Wae Rebo, Desa Adat yang Tak Tergoyahkan Dengan Modernisasi
Ada Waterboom hingga Taman Bunga, Desa Wisata di Karanganyar Ini Bisa Jadi Destinasi Liburan Bersama Keluarga